beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Duh, 3 Industri Ini Paling Banyak Disusupi Malware

Kintan Lestari,
sekitar 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Duh, 3 Industri Ini Paling Banyak Disusupi Malware
Image: Ilustrasi malware. (Freepik/rawpixel.com)

Jakarta - Ancaman siber seiring berjalannya waktu terus meningkat dan menjadi lebih spesifik.

Hal itu terungkap dalam 2021 Global Threat Intelligence Report (GTIR), atau dalam bahasa Indonesianya Laporan Intelijen Ancaman Global 2021, yang dirilis NTT Ltd., sebuah perusahaan layanan teknologi global.

Laporan Intelijen Ancaman Global 2021 berisi data serangan global yang dikumpulkan dari 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2020. Analisis ini didasarkan pada data log, peristiwa, serangan, insiden, dan kerentanan dari klien serta jaringan honeypot global NTT. 

Laporan tersebut meliputi data dari organisasi yang didukung, termasuk Cybersecurity Advisory dari NTT dan WhiteHat Security, bersama dengan penelitian utama yang dilakukan di skala global.

Dalam laporan yang dirilis NTT Ltd., hari ini (8/6/2021), terungkap sepanjang tahun 2020 ada tiga industri yang sering diserang malware, yakni industri kesehatan, manufaktur, dan keuangan. 

Dari data GTIR, serangan terhadap manufaktur meningkat jadi 22% dari tahun lalu, lalu sektor perawatan kesehatan meningkat jadi 17%, dan di sektor keuangan serangan naik menjadi 23%.

Dengan demikian, total gabungan serangan tiga industri tersebut tahun 2020 sebesar 62%, meningkat 11% dari tahun 2019.

"Jadi healthcare karena menyimpan banyak data pribadi, kenaikan serangannya 200%. Finance dengan adanya transaksi finansial online target increasenya 50%. Dan manufaktur target increasenya 300%," ujar CEO NTT Ltd. Hendra Lesmana di Media Gathering Global Threat Intelligence Report 2021, Selasa (8/6/2021).

Adapun bentuk malware yang sering menyerang pada tahun lalu di antaranya Miners sebanyak 41%, Trojan sebanyak 26%, Worm sebanyak 10%, dan Ransomware sebanyak 6%.

1623150429-hendra-lesmana-ceo-NTT.jpgSumber: CEO NTT Ltd. Hendra Lesmana di Media Gathering Global Threat Intelligence Report 2021, Selasa (8/6/2021).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait