Hot News

Manado - Netizen dibuat heboh dengan viralnya sebuah video di Facebook yang menunjukkan aksi anarkis sejumlah warga di Talawaan Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara kepada sopir ambulans.

Tak butuh waktu lama, video yang diposting pada Minggu (20/9/2020) malam itu pun kini jadi sorotan.

Dikutip dari akun Facebook sang sopir ambulans yang menjadi korban, Faldo P, tampak sejumlah oknum beramai-ramai mengerubungi mobil ambulans yang dibawanya itu. Mobil yang tengah mengantar jenazah pasien COVID-19 itu tiba-tiba diserbu warga.

"Kalu kerja so model bgni dpe Nama so bukang DEMI RAGA YANG LAIN Mar so NYAWA untuk RAGA YANG LAIN," tulis Faldo dengan bahasa Manado dalam postingan terbarunya, Minggu (20/9/2020) malam.

Sementara itu, dari video yang diposting akun Facebook Devi Marsella, istri Faldo ternyata bukan hanya mobil ambulans yang jadi sasaran. Bahkan Faldo yang saat itu bertugas seorang diri juga menjadi sasaran warga yang diduga menolak memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19.

1600671471-APD-sobek-kena-amukan-massa.JPGFaldo, sopir ambulans di Manado yang jadi sasaran amukan massa saat antar jenazah COVID-19, Minggu (20/9/2020). (Screenshot Facebook Devi Marsella)

Devi mengaku terluka karena sang suami telah menjadi korban penganiayaan oleh warga. Padahal menurut keterangan dipostingan tersebut, suaminya hanya membantu mengantar jenazah namun malah jadi sasaran amukan warga.

"Laki jadi korban penganiyayaan di Talawan Bajo, Wori. Ada antar jenasa, drang cuman ajar smpe oto amblnc ancor2 So bantu, antar smpe rumah ngo bking bgtu tpe laki," tulisnya pakai bahasa Manado.

Dalam video yang dibagikan Devi, tampak baju hazmat yang digunakan Faldo sobek dibeberapa bagian. Selain itu kaca mobil dan spion ambulans tampak pecah. Beberapa bagian mobil pun terlihat penyok.

Meski belum ada keterangan dari pihak kepolisian atas kejadian tersebut, namun dari informasi yang didapatkan korban telah mengajukan laporan kepada kepolisian setempat.

Komentar

Loading ..