beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Dukung Penghina Nabi, Seorang Penjahit di India Dipenggal

Ika Virginaputri,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dukung Penghina Nabi, Seorang Penjahit di India Dipenggal
Image: Masyarakat membawa jenazah Kanhaiya Lal untuk dikremasi (Foto: Reuters)

Jakarta - Seorang pria Hindu bernama Kanhaiyalal Teli tewas dibunuh secara brutal oleh dua muslim India. Kanhaiyalal yang berprofesi sebagai penjahit di kota Udaipur, Rajashtan, dibunuh di tokonya pada Selasa (28/6/2022). 

Beberapa jam setelahnya, kedua pelaku yang mencoba kabur keluar kota mengendarai motor langsung ditangkap polisi. Keduanya juga mengancam akan membunuh Perdana Menteri India Narendra Modi. 

Kanhaiyalal dibunuh karena menyatakan dukungannya kepada Nupur Sharma, mantan juru bicara Bharatiya Janata Party, partai penguasa di India. Sharma dianggap menghina Nabi Muhammad di sebuah acara debat televisi. 

"Hanya karena kasus Nupur Sharma, ayah saya dibunuh," ujar Yash Teli, putra Kanhaiyalal, kepada AFP, Rabu (29/6/2022). "Masuk akalkah ayah saya dibunuh hanya karena masalah kecil?" lanjutnya. 

Ribuan masyarakat yang marah terhadap kejahatan brutal tersebut melakukan demonstrasi pada Kamis (30/6/2022). Mereka turun ke jalan menuntut kedua pelaku dihukum mati. Akibatnya pemerintah setempat harus memutus jaringan internet dan melarang masyarakat berkerumun. 

Ashok Gehlot, seorang pejabat di Rajasthan mengungkapkan bahwa kasus pembunuhan Kanhaiyalal akan diselidiki sebagai kasus yang berkaitan dengan terorisme. Pihaknya akan memeriksa keterangan keluarga korban yang menyatakan mereka menerima banyak ancaman dari beberapa kelompok. 

"Kami akan memastikan pihak yang bersalah akan menerima hukuman," kata Gehlot sambil meminta masyarakat agar tetap tenang. 

Istri Kanhaiyalal menyatakan suaminya sudah ditahan pada tanggal 10 Juni akibat postingan di akun media sosialnya yang menyatakan dukungan untuk Nupur Sharma. Sehari setelahnya, pihak keluarga membayar tebusan dan Kanhiyalal pun dibebaskan.  

Sebulan belakangan tensi di India sedang memanas akibat konflik berbau agama. Melansir Al Jazeera, Perdana Menteri Narendra Modi sering menerima kritik bahwa selama berkuasa sejak tahun 2014 rezimnya membuat umat muslim India semakin terpinggirkan. Jurang perbedaan dengan umat Hindu pun semakin lebar. 

Salah satu contohnya di negara bagian Rajashtan yang dipimpin oleh pihak oposisi. Bulan lalu di wilayah ini terjadi bentrok antara umat muslim dan umat Hindu saat kedua kelompok menggelar acara keagamaan dalam waktu bersamaan.  

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait