Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

Efikasi Vaksin Sinovac 65,3%, Adakah Efek Sampingnya?

Kintan Lestari,
11 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Efikasi Vaksin Sinovac 65,3%, Adakah Efek Sampingnya?
Image: Vaksin Sinovac. (dok. Sinovac)

Jakarta - Kemarin (11/1/2021) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memberikan izin penggunaan darurat (EUA) kepada vaksin COVID-19 keluaran Sinovac. 

Dari hasil uji klinis tahap III, efikasi vaksin Sinovac adalah sebesar 65,3 %. Ini jauh lebih rendah memang dibanding efikasi vaksin Pzifer dan Moderna yang mencapai 95% dan 94,5%.

Meski demikian angka tersebut lebih tinggi dari ketentuan WHO untuk efikasi minimal vaksin COVID-19 yang sebesar 50%. Dengan demikian vaksin Sinovac pun sudah teruji aman digunakan. 

Namun tentu beberapa orang masih khawatir pada vaksin COVID-19, terlebih mengenai efek sampingnya nanti.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam konferensi pers secara virtual kemarin pun menjelaskan sedikit efek samping dari vaksin.

Diungkapkan Penny, efek samping Sinovac hanya muncul dalam skala ringan sampai sedang saja.

"Efek samping yang timbul berupa nyeri, iritasi, pembengkakan. Adapun efek sistemik berupa nyeri otot, fatigue, dan demam," kata Penny dalam konferensi pers.

Sementara efek samping berat dari vaksin usai disuntikkan sedikit sekali, hanya sekitar 0,1% sampai 1% saja.

"Frekuensi efek samping dengan derajat berat adalah sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya sekitar 0,1 sampai 1 %," lanjut Penny.

Penny pun meyakinkan kalau efek samping yang muncul pada subjek usai disuntik vaksin merupakan hal biasa dan akan cepat hilang efeknya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait