Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URsport

Emma Raducanu: Petenis Kualifikasi tapi Juara AS Terbuka 2021

Rezki Maulana,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Emma Raducanu: Petenis Kualifikasi tapi Juara AS Terbuka 2021
Image: Emma Raducanu berjaya di ajang AS Terbuka 2021 sekaligus bikin rekor (Twitter @usopen)

New York - Gila betul Emma Raducanu. Petenis Inggris Raya itu menjadi juara Amerika Serikat (AS) Terbuka 2021 tanpa terkalahkan meski harus melewati perjuangan sedari babak kualifikasi. Top!

Raducanu (18 tahun) bertemu Leylah Fernandez asal Kanada yang berusia setahun lebih tua pada laga final di Arthur Ashe stadium, New York, Minggu (12/9/2021) dini hari WIB. Ini jadi pencapaian terbaik Raducanu selama kariernya.

Tapi, Raducanu tak cukup cuma jadi finalis, karena dia membuktikan kualitasnya saat mampu mengalahkan Fernandez dengan straight set 6-4 dan 6-3.

Dengan demikian, Raducanu berhak atas gelar juara AS Terbuka sekaligus jadi petenis wanita Inggris Raya pertama yang meraih Grand Slam dalam 44 tahun terakhir.

Hebatnya, Raducanu juga mencatatkan rekor lain, yakni menjadi petenis pertama yang memenangi Grand Slam lewat babak kualifikasi. Sedari babak kualifikasi pertama, Raducanu melalui 10 pertandingan dan hebatnya tidak pernah kehilangan satu set pun dalam perjalanannya.

Raducanu yang merupakan lahir dari pasangan gado-gado, ayan Rumania dan ibu Cina tersebut, menyamai catatan Serena Williams pada 2014. Laga final ini makin spesial karena Raducanu ditonton langsung Virginia Wade, wanita Inggris Raya terakhir yang berjaya di Grand Slam.

Dengan keberhasilannya meraih gelar AS Terbuka ini, Raducanu pun langsung melesat di peringkat WTA Tour menjadi urutan ke-23 dunia, dari sebelumnya di posisi ke-150 dunia.

Raducanu memang sudah menyita perhatian sejak performa apiknya di Wimbledon lalu. Raducanu saat itu juga melalui babak kualifikasi sebelum tersingkir di babak keempat.

Bagi Raducanu, ini tentu baru awal untuk kariernya ke depan. Dengan usia yang belum genap 20 tahun, Raducanu masih punya jalan panjang menuju kesuksesan.

"Selama tiga pekan di New York, saya harus bilang saya memiliki tim yang begitu mendukung saya. Semua orang di dalam tim semua orang di Inggris yang menonton di TV, terima kasih banyak," ujar Raducanu usai laga.

"Tapi saya sangat berterima kasih untuk semua orang di New York, terima kasih membuat saya merasa seperti di rumah sejak babak kualifikasi hingga final," sambungnya.

"Tadi itu pertandingan yang sulit, tapi level permainannya saya pikir memang tinggi. Leylah selalu bermain dengan baik dan selalu berjuang, memang itu karakternya. Saya pikir dengan fokus dengan permainan saya, itu amat membantu di saat-saat sulit," tutupnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait