Berbagai Tradisi Unik Ramadan di Dunia

Jakarta - Bulan Ramadan tak hanya masa di mana umat Muslim di dunia melaksanakan ibadah puasa. Lebih dari itu, bulan Ramadan menjadi perwujudan kepercayaan, budaya, dan sejarah.
Di Indonesia sendiri, khususnya di masyarakat Jawa, dikenal tradisi “padusan” yang berarti “mandi”. Maknanya, sebelum melaksanakan ibadah puasa, umat Muslim menyucikan diri dengan mandi di sungai, pantai, danau, atau kolam renang.
Sementara itu, seluruh penjuru dunia, umat Muslim memiliki tradisi yang beragam dalam menyambut bulan suci ini, guys. Berikut beberapa tradisi unik yang dilakukan negara-negara di dunia. Yuk, disimak guys!
1. Haq Al Laila di Uni Emirat Arab

(Instagram @rak.events)
Salah satu kegiatan keagamaan yang sangat penting di Uni Emirat Arab adalah Haq Al Laila. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Acara ini dilakukan dengan maksud mengingatkan orang-orang bahwa bulan puasa sudah dekat.
Anak-anak akan berkeliling jalan dengan berdandan rapi. Mereka akan bernyanyi dan mengumpulkan permen yang disediakan oleh orang-orang di jalan, sembari mengucapkan “Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum”. Artinya, “Berikanlah pada kami dan Allah akan memberkahimu dan menuntunmu ke Mekah.”
Wah, sekilas mirip dengan acara takbiran keliling ya, guys?
2. Fanous di Mesir

Fanous yang berarti lentera dalam bahasa Arab, adalah tradisi yang sangat menarik perhatian karena kemeriahannya. Dalam tradisi ini, seluruh jalan-jalan, rumah, dan tempat-tempat di seisi kota memasang lampu lentera yang berwarna-warni. Cahaya lampu dari lentera yang terpancar dari kaca lentera yang berwarna warni, akan menghadirkan pemandangan malam yang cantik.
Karena bentuk dan desain lenteranya yang khas, hinga kini, Fanous juga menjadi simbol Ramadan yang digunakan secara umum di banyak negara.
3. Midfa Al Iftar di Libanon

Di beberapa tempat di Indonesia waktu berbuka puasa ditandai dengan dibunyikannya sirine. Namun, di Libanon, waktu buka puasa ditandai dengan ditembakkannya meriam, loh.
Tradisi ini ternyata sudah sangat tua, guys. Diperkirakan, tradisi ini sudah berlangsung selama lebih dari 200 tahun. Namun, ada cerita menarik di belakang tradisi ini. Tradisi ini dipercaya berasal dari Mesir, di mana pemimpin Mesir saat itu, Khosh Qadam, tidak sengaja menembakkan meriam saat senja datang. Suaranya dentumannya yang terdengar hingga seluruh penjuru kota, disalahartikan oleh masyarakat setempat sebagai tanda untuk berbuka puasa.
Meski begitu, kesalahan yang tidak disengaja ini malah dinilai bermanfaat, hingga hal ini dilanjutkan sebagai tradisi penanda waktu berbuka puasa.
4. Chaand Raat di India, Pakistan, dan Bangladesh

Pada malam terakhir Ramadan sebelum Idul Fitri, atau yang disebut dengan Chaand Raat, masyarakat di India, Pakistan, dan Bangladesh saling mengirim makanan dan kue-kue dengan tetangga.
Orang-orang juga bersenang-senang dengan pergi berbelanja dan menikmati hiburan malam. Pada saat ini, para perempuan biasanya menghiasi tangannya dengan henna.
Tradisi menghias tangan dan kaki dengan henna ini, merupakan salah satu tradisi tertua di negara-negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.
