beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Erdogan Telepon Putin, Sebut Israel Harus Diberi 'Pelajaran'

Nivita Saldyni,
14 Mei 2021 09.46.49 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Erdogan Telepon Putin, Sebut Israel Harus Diberi 'Pelajaran'
Image: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Instagram @rterdogan)

Jakarta - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kembali menunjukkan kemurkaannya terhadap Israel. Ia bahkan mengatakan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin bahwa komunitas internasional harus memberi Israel 'pelajaran' atas perilakunya terhadap Palestina.

Dilansir dari Aljazeera, pernyataan itu disampaikan Erdogan saat menelpon Putin, Rabu (12/5/2021) lalu. Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki mengatakan komunikasi itu dilakukan di tengah meningkatnya aksi kekerasan yang dilakukan Israel kepada warga Palestina di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Seperti yang kita tahu pada Senin (10/5/2021) lalu, Hamas, kelompok militan Islam yang menguasai Gaza beserta sekutunya mulai menembakkan roket ke Yerusalem sebagai bentuk dukungan kepada Palestina. Namun sejak saat itu juga kondisi makin memanas.

Israel 'menjawab' Hamas dengan melancarkan serangan udara pada Rabu (12/5/2021) lalu. Akibatnya, aksi saling serang itu sedikitnya telah menewaskan 35 orang.

Bahkan menurut keterangan terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas dalam aksi ini secara keseluruhan mencapai 56 orang, termasuk 14 anak-anak. Lebih dari 300 warga mengalami luka-luka, dan enam orang Israel juga tewas.

Untuk itu, Erdogan mengatakan kepada Putin bahwa masyarakat internasional perlu 'memberi pelajaran yang kuat dan teguran pencegahan' kepada Israel. Sementara Ankara sendiri sedang berupaya menggerakkan aksi tersebut.

Ia pun mendesak agak Dewan Keamanan PBB segera turun tangan dan memberikan 'pesan yang tegas dan jelas' kepada Israel. Dalam pernyataan itu pula, Erdogan menyarankan kepada Putin agar mempertimbangkan pasukan perlindungan internasional untuk melindungi Palestina. 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait