menu
user
URtech

Fakta dan Mitos 5G, Lebih Boros Kuota?

Griska Laras,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Fakta dan Mitos 5G, Lebih Boros Kuota?
Image: Ilustrasi sinyal 5G (Tech Spot)

Jakarta - Jaringan 5G merupakan teknologi yang digadang-gadang sebagai the next frontier dalam industri telekomunikasi di dunia.

Meski belum hadir di Indonesia, sudah banyak sekali rumor-rumor yang beredar seputar 5G, salah satunya soal kuota internet yang mungkin akan cepat habis.  

Melalui workshop 'Samsung Galaxy S21 Series 5G Tech Series: 5G Myth-busting', Samsung mengundang pembicara dari Telkomsel untuk membahas tuntas mitos dan fakta seputar 5G dan pengaruhnya bagi konsumen di Indonesia.

Manager Network Master Plan Telkomsel, Harry Utama mengatakan 5G akan meningkatkan kualitas pengalaman konsumen saat berinternet.

Bandwidth dari 5G yang lebih besar daripada 4G memungkinkan pengguna 5G untuk men-streaming data berukuran besar dengan cepat.

Selain bandwidth yang lebih besar, teknologi 5G juga menghadirkan low-latency connectivity yang semakin memperkecil jangka waktu yang diperlukan untuk koneksi perangkat satu ke perangkat lainnya.

 “Sebagai teknologi jaringan seluler generasi terbaru, 5G membawa beberapa pengembangan dan inovasi dari generasi sebelumnya, seperti enhanced mobile broadband, ultra-reliable and low latency communications, serta massive machine type communication," ungkap Harry Utama, Selasa (9/3/2021).

Dengan koneksi yang cepat, kebiasaan konsumen dalam berinternet berubah. Konsumen cenderung lupa waktu saat streaming atau melakukan aktivitas online lain. Sehingga kuota internet habis tanpa terasa.

Untuk menyiasatinya, Harry menyarankan untuk mengatur kualitas konten yang sedang dinikmati. Misalnya saat streaming YouTube, kamu bisa memilih kualitas video 720p atau 1080p.

"Cara yang bisa dilakukan untuk menghemat pemakaian kuota internet dalam penggunaan streaming video atau gaming bisa di-setting kualitas gambarnya".

Sementara untuk implementasi 5G di Indonesia, Harry menyebut Telkomsel akan mengembangkan jaringan 5G yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta memperhitungkan permintaan di masing-masing wilayah Indonesia. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait