Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Google Doodle Tampilkan Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia

Afid Ahman,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Google Doodle Tampilkan Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia
Image: Roehana Koeddoes (Foto: Google)

Jakarta - Saat membuka situs pencarian Google hari ini, kamu akan mendapati doodle sosok bernama Roehana Koeddoes. Dia adalah jurnalis perempuan di Indonesia.

Karena kiprahnya, Roehana ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 7 November 2019 oleh Presiden Joko Widodo.

Perempuan yang lahir 20 Desember 1884 di Koto Gadang, Sumatera Barat, ini diberi nama Siti Roehana. Wafat pada 17 Agustus 1972 di usianya ke 87 tahun.

Baca Juga : Ulang Tahun Ke-23, Google Pasang Doodle Spesial

Roehana dibesarkan ketika pendidikan masih barang langka bagi perempuan Indonesia. Namun dia punya kecintaan pada membaca.

Dia menyalurkan kegemarannya itu dengan membaca koran lokal dan membagikan kabar yang diberitakan kepada teman-teman sebayanya.

Awal kiprah Roehana dimulai di dunia pendidikan. Pada 1911 dia mendirikan sekolah pertama di Indonesia yang khusus ditujukan bagi kaum hawa. 

Sekolah Koeddoes namanya, berdiri di kampung halamannya di Koto Gadang. Di sekolah tersebut, Roehana berupaya memberdayakan perempuan sekitar dengan mengajarkan banyak hal, mulai dari membaca literatur Arab hingga tata krama. 

Baca Juga : Google Pilih Rayakan Ulang Tahun pada 27 September, Kenapa?

Setahun kemudian, tepatnya 1912, Roehana juga mendirikan surat kabar pertama khusus perempuan Soenting Melajoe. Sebagai yang pertama di Indonesia, surat kabar ini secara langsung menginspirasi perkembangan beberapa surat kabar perempuan lainnya.

Sepanjang kariernya, melalui artikel yang ditulisnya, Roehana Koeddoes mendorong perempuan untuk membela kesetaraan dan melawan kolonialisme, dengan beberapa mencapai pengakuan nasional.

Berkat perjuangan yang dirintisnya, banyak yang menganggap perempuan dalam jurnalisme Indonesia lebih kritis dan berani dari sebelumnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait