beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Cenderung Lebih Cuek, Benarkah Pria Nggak Peduli saat Putus Cinta?

Alfian Muntahanatul Ulya, 26 September 2022 22.25.42
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Cenderung Lebih Cuek, Benarkah Pria Nggak Peduli saat Putus Cinta?
Image: ilustrasi pria patah hati putus cinta (Foto: Pexels)

Jakarta - Nggak ada yang senang mengalami putus cinta atau patah hati. Tapi saat udah nggak cocok dengan pasangan atau hubungan mulai merugikan masing-masing pihak, mengakhiri hubungan jadi keputusan tak terhindarkan. Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan setelah putus cinta? 

Tentu nggak ada orang yang mau terus berlarut dalam kesedihan. Sebuah studi baru oleh tim di University of British Columbia menemukan hal terpenting setelah putus cinta adalah mencari support.

Penulis studi, Mary T Kelly menuturkan, kegagalan dalam hubungan asmara bisa menyebabkan tekanan mental yang signifikan, terutama pada pria. 

Sedangkan pria sudah memiliki risiko bunuh diri lebih tinggi daripada wanita, dan kondisi itu diperburuk dengan perpisahan dalam pernikahan, yang meningkatkan risiko itu empat kali lipat.

"Dengan menjelajahi cara-cara di mana pria mencari bantuan setelah putus cinta, kami berpotensi dapat merancang dukungan yang lebih baik untuk kesehatan mental mereka," kata Kelly, melansir Study Finds.

Mengungkap efek kesehatan mental ini penting untuk menghilangkan stereotip jika pria tidak peduli dengan perpisahan. Nyatanya menurut penelitian, hal itu karena kebanyakan pria cenderung menyikapinya dengan cukup baik, yakni dengan mencari bantuan profesional.

Studi ini menemukan beberapa strategi kreatif yang diambil pria saat sedang galau karena putus cinta. Beberapa di antaranya adalah melalui pekerjaan, menyendiri, dan bersosialisasi dengan teman sebaya yang mereka percayai.

Mereka akan menemui teman dan keluarga, terutama untuk melampiaskan atau membicarakan masalah. Tapi nggak selalu untuk meminta solusi. Mereka cenderung beralih ke buku self-help untuk menemukannya.

Untuk itu, studi yang dilakukan oleh Kelly berusaha untuk mematahkan stereotip bahwa pria tidak terluka secara emosional setelah putus cinta, padahal faktanya mereka merasakan itu lebih mendalam.

Kabar baiknya, mereka justru memiliki mekanisme yang baik untuk mengatasi patah hati dengan mempertahankan rutinitas, berolahraga, dan terbuka mencari bantuan profesional.

Urbanreaders, apabila saat ini kamu mengalami depresi atau keinginan bunuh diri, jangan putus asa. Depresi dan gangguan kejiwaan dapat pulih dengan bantuan profesional kesehatan mental. Jangan ragu untuk menghubungi layanan profesional demi kesehatan mental yang lebih baik.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait