URguide

Love Language Manifestasi Trauma Masa Kecil, Benarkah?

Tim Urbanasia, Rabu, 15 Februari 2023 10.37 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Love Language Manifestasi Trauma Masa Kecil, Benarkah?
Image: Ilustrasi - Pasangan dengan love language quality time. (Freepik)

Jakarta - Ada 5 macam love language yang tentunya sudah kalian tahu. Bahasa cinta tiap orang pun berbeda. Namun apakah kalian benar-benar tahu dari mana asal love language seseorang itu muncul?

Ada banyak pihak yang menyatakan bahwa love language itu sebenarnya adalah perwujudan dari trauma masa kecil. Seseorang yang di masa kecil tidak mendapatkan sesuatu akan menjadikan hal itu sebagai kebutuhannya ketika dewasa. 

Nah terkait hal ini, Psikolog Klinis, Irma Gustiana menjelaskan kemiripan antara love language dengan childhood trauma (trauma masa kecil). Menurutnya, bahasa cinta yang ditunjukkan seseorang bisa jadi memang karena kebutuhannya di masa kecil tidak terpenuhi.

"Mungkin saja dia waktu kecil butuh untuk diberikan kata-kata pujian, tapi ternyata orang tuanya tidak cukup memberikan itu, jadi kebutuhan itu di masa dia dewasa, itu dicari manifestasinya, dan kemudian dia telusuri tuh di dalam dirinya sendiri," ujar Irma ditemui di sela-sela acara Rayakan Cinta Bersama Tokopedia, Senin (13/2/2023).

Menurut Irma, bisa jadi sensasi rasa bahagia yang diperoleh seseorang ketika mendapatkan perlakuan tertentu dari orang lain merupakan wujud kebutuhan dia di masa lalu yang tidak tercukupi.

Namun luka masa kecil juga bukan sepenuhnya menjadi penyebab tiap orang punya bahasa cinta. Irma berkata, bisa jadi love language seseorang terbentuk karena kebutuhan akan perlakuan tertentu saat masih kecil selalu terpenuhi.

"Itu bisa saja terjadi di masa kecil karena habituasi, nah jadi ketika dewasa terkondisi seperti itu," sambungnya.

Oleh sebab itu, tiap orang berkewajiban untuk mengenali apa saja yang dia butuhkan selama ini, dan hal itu bisa dimanifestasikan dalam bentuk love language.

Di samping itu, Irma turut berkomentar tentang kuis love language yang banyak bertebaran di internet. Tujuan dari kuis tersebut yaitu untuk mengetahui bahasa cinta mana yang paling dominan. 

"Misalnya banyak sekali ditemukan dari pop up quiz itu, persentase atau skornya rata, ya mungkin memang iya, mungkin dia butuh semuanya, atau mungkin memang dia caranya dengan 5 hal tadi," kata Irma.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait