Menimbang Plus Minus Casual Dating, Yes or No?

Jakarta - Dalam menjalin hubungan, ada beberapa tipe yang familiar di telinga, seperti LDR (Long Distance Relationship) sampai long term relationship. Namun, ada lagi nih tipe hubungan yang sering memantik perdebatan, yaitu casual relationship atau yang lebih dikenal dengan casual dating.
Casual dating merupakan hubungan tanpa komitmen atau ikatan resmii. Selain berkencan, pasangan yang menjalani casual dating mungkin dapat melakukan hubungan atau interaksi seksual.
Melansir Healthline, hubungan kasual memiliki arti atau kriteria sebagai berikut:
- Lebih dari friends with benefit atau hookup (hubungan intim dengan seseorang yang baru dikenal).
- Hubungannya melibatkan sedikit keterikatan emosional.
- Tidak ada label atau ikatan dalam hubungan.
- Keterikatan dalam hubungan hanya untuk bersenang-senang, bukan komitmen.
Risiko casual dating
Bergantung pada usia dan tujuan, casual dating bisa menjadi strategi yang berbeda-beda, seperti:
- Cara menyenangkan bersosialisasi
- Langkah awal sebelum berkomitmen jangka panjang
- Hubungan santai tanpa komitmen dan tanggung jawab
Baca Juga: 6 Cara Mengakhiri Hubungan Tanpa Status
Mengulik lebih jauh seputar risiko casual dating, beberapa psikolog dan sosiolog meyakini bahwa casual dating dan tinggal bersama sebelum menikah akan meningkatkan risiko perceraian.
Namun, tentu hal ini tidak bisa dikaitkan secara langsung karena banyak faktor yang juga turut berpengaruh. Di sisi lain, ada pula studi yang menunjukkan fakta sebaliknya.
Artinya, casual dating bisa saja jadi pemicu perceraian. Namun, ini juga bergantung pada karakter setiap individu serta kualitas hubungan yang telah ada sebelumnya.
Pengaruh hubungan casual terhadap kesehatan mental juga ada, utamanya bagi yang melakukannya di bawah tekanan seperti pengaruh lingkungan atau alkohol.
Apakah casual dating memuaskan?
Kata memuaskan dalam hal ini perlu dibedakan menjadi dua, secara seksual dan emosional. Apabila casual dating melibatkan hubungan seksual, Canadian Journal of Human Sexuality mencatat bahwa kepuasannya cukup tinggi.
Meski demikian, menjadi lebih rumit ketika membahas kepuasan secara emosional. Ketika seseorang tidak membayangkan masa depannya hidup bersama dengan rekannya casual dating saat ini, maka kepuasan emosional akan lebih rendah.
Sebaliknya, jika casual dating ini menjadi titik awal sebelum menjalankan komitmen jangka panjang, tidak menutup kemungkinan kepuasannya akan sama seperti pasangan yang sudah menikah atau tinggal bersama tanpa menikah. Jadi, kepuasan secara emosional bergantung pada tujuan jangka panjang.
Apakah casual dating menyenangkan?
