Jakarta - Hari Dokter Nasional yang diperingati setiap 24 Oktober, bertepatan dengan hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 1950.

Sayangnya, peringatan Hari Dokter Nasional tahun ini, dunia sedang dilanda pandemi COVID-19. Di Indonesia sendiri, selama tujuh bulan terakhir, setidaknya sekitar 130 dokter meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi mengatakan, jika sejawat dokter di Indonesia maupun dunia saat ini sedang menghadapi tantangan terberat.

"Profesi dokter di Indonesia saat ini dihadapkan dengan tantangan yang sangat luar biasa, bahkan ancaman terhadap eksistensi profesi yang dapat dibagi menjadi tantangan yang berasal dari dalam maupun luar," katanya tertulis.

Sementara itu, untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini, dikatakan Adib, perlu penekanan yang diberikan pada biosecurity dan upaya untuk mencegah penyebaran penyakit menular. 

"Meningkatkan perhatian pada inisiatif horizontal, seperti program jangka panjang untuk memperkuat layanan kesehatan nasional, pelayanan kesehatan primer, pendidikan kesehatan masyarakat  atau keterlibatan masyarakat dalam penyusunan inisiatif kesehatan," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Majelis Kolegiuk Kedokteran Indonesia David S Perdanakusuma, yang menyatakan jika dokter memegang kendali penuh atas musibah pandemi ini.

"Mari bahu membahu terus berjuang bersama, karena tanggung jawab itu tersemat di pundak kita. Jangan patah semangat, kalau bukan kita sebagai dokter, siapa lagi yang dapat diharapkan menyelamatkan negeri kita tercinta Indonesia ini dari pandemi ini," tegasnya.

Ia pun meminta kepada seluruh dokter Indonesia untuk tetap teguh memegang azas kemaslahatan bagi seluruh masyarakat dan azas kesejawatan antar dokter. 

"Itu adalah ikatan yang abadi yang tidak luntur karena waktu. Saat ini dokter bersama masyarakat berupaya keras mengatasi bencana pandemi COVID-19 yang sedang melanda Indonesia," tandasnya.

Komentar
paper plane