menu
user
URtech

Huawei Masih Cetak Untung Rp 143 Miliar Meski Diblokir AS

Afid Ahman,
16 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Huawei Masih Cetak Untung Rp 143 Miliar Meski Diblokir AS
Image: Ken Hu, Rotating Chairman Huawei. (Huawei)

Jakarta - Huawei merilis laporan tahunan 2020. Meski menghadapi tantangan pemblokiran Amerika Serikat (AS), perusahaan masih mencetak keuntungan.

"Selama setahun terakhir kami bertahan kuat dalam menghadapi kesulitan," ungkap Ken Hu, Rotating Chairman Huawei.

Dalam laporan disebutkan pendapatan penjualan Huawei pada tahun 2020 mencapai 891,4 miliar yuan atau Rp 1.972,1 triliun. Angka ini naik 3,8% dari tahun ke tahun, dan laba bersihnya mencapai 64,6 miliar yuan atau sekitar Rp 143,3 triliun, naik 3,2% dari tahun ke tahun. 

Pada tahun 2020, bisnis operator Huawei terus berupaya memastikan operasi yang stabil di lebih dari 1.500 jaringan dan 170 negara serta wilayah, yang membantu dan mendukung telework, pembelajaran online, dan belanja online selama kondisi lockdown maupun pembatasan area akibat COVID-19.

Bekerja sama dengan operator di seluruh dunia, Huawei membantu memberikan pengalaman koneksi yang terbaik dan terus bergerak maju dengan lebih dari 3.000 proyek inovasi 5G di lebih dari 20 industri seperti pertambangan batu bara, produksi baja, pelabuhan, dan manufaktur. 

Selama setahun terakhir, bisnis Huawei telah meningkatkan upaya untuk mengembangkan solusi berbasis skenario yang inovatif untuk berbagai industri dan menciptakan ekosistem digital yang tumbuh dengan baik dengan didasari keinginan untuk berinovasi dan meraih kesuksesan bersama. 

Sepanjang pandemi, Huawei mengaku telah memberikan keahlian teknis dan solusi penting dalam melawan virus. Salah satu contohnya adalah solusi diagnostik dengan bantuan AI yang berbasis pada Huawei Cloud yang membantu rumah sakit di berbagai negara mengurangi beban infrastruktur medis mereka. Huawei juga bekerjasama dengan mitra untuk meluncurkan platform pembelajaran online berbasis cloud untuk lebih dari 50 juta siswa sekolah dasar dan menengah. 

Dengan peluncuran HarmonyOS dan ekosistem Huawei Mobile Services (HMS), bisnis konsumen mereka bergerak maju dengan strategi Seamless AI Life  untuk memberikan pengalaman cerdas kepada konsumen di semua perangkat dan skenario, dengan fokus pada kantor cerdas, kebugaran & kesehatan, rumah pintar, perjalanan yang mudah, dan hiburan.

 "Kami terus berinovasi untuk menciptakan nilai bagi pelanggan kami, untuk membantu memerangi pandemi, dan untuk mendukung pemulihan ekonomi serta kemajuan sosial di seluruh dunia. Kami juga mengambil kesempatan ini untuk lebih meningkatkan operasi kami, yang mengarah pada kinerja yang sebagian besar sejalan dengan prediksi,” kata Ken.

“Kami akan terus menjalin kerjasama erat dengan pelanggan serta mitra kami untuk mendukung kemajuan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait