menu
user
URtech

Huawei Pamer Inovasi Dorong Inklusi Digital Usai Pandemi

Afid Ahman,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Huawei Pamer Inovasi Dorong Inklusi Digital Usai Pandemi
Image: Deputi Chairman Huawei, Ken-Hu/Huawei

Shanghai - Pandemi telah menutup banyak pintu, tapi berkat adanya inovasi teknologi telah bantu membuka jendela harapan baru.

Demikian diutarakan Deputi Chairman Huawei, Ken Hu saat pembukaan Mobile World Congress Shanghai 2021. Dilanjutkannya inovasi bukan sekadar solusi untuk memecahkan tantangan yang kita hadapi saat ini, tapi lebih dari itu.

"Ini adalah tentang solusi yang mampu menjadikan hari esok lebih terang. Setelah pandemi dapat kita kendalikan, kita perlu berpikir keras tentang bagaimana kita dapat berinovasi untuk meningkatkan kualitas hidup, membuat bisnis lebih cerdas, dan menciptakan dunia yang makin inklusif," ujarnya.

Hu sempat menunjukkan kepada audiens aplikasi Cyberverse Huawei, sebuah aplikasi AR canggih yang mendemonstrasikan bagaimana jaringan 5G, perangkat 5G, dan teknologi AR dapat diintegrasikan untuk menciptakan pengalaman virtual yang lebih imersif, seperti pengalaman yang seolah-olah berada di hutan seperti aslinya, atau simulasi di luar angkasa.

Aplikasi baru ini memungkinkan pengintegrasian realitas virtual dan fisik dengan presisi tinggi, kemampuan pemosisian tingkat sentimeter, daya komputasi besar, dan transmisi bandwidth tinggi melalui 5G. 

Huawei berharap Cyberverse dapat menciptakan banyak peluang pertumbuhan baru di berbagai sektor, termasuk pendidikan, hiburan, pariwisata, transportasi, dan navigasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi seperti 5G, cloud, dan AI telah mulai memainkan peran penting dalam manufaktur, mempercepat transisi ke operasi yang lebih cerdas dan fleksibel. 

Hu menjelaskan bagaimana Dongguan South Factory milik Huawei saat ini menggunakan jaringan 5G dengan aplikasi AI berbasis cloud di lini produksi smartphone 5G untuk mendorong peningkatan produktivitas yang sangat besar.

Huawei memprediksikan, pada 2025, 97% dari semua perusahaan besar akan memanfaatkan AI. Perkiraan lain, pada tahun 2025, 55% dari seluruh PDB China akan didorong oleh ekonomi digital dan 60% pendapatan operator global akan diperoleh dari pelanggan industri. 

Hu mencatat bahwa untuk mencapai proyeksi ini semua industri harus fokus pada peningkatan kapabilitasnya, membangun ekosistem dan menciptakan nilai dengan menggunakan teknologi digital.

Sebagai penyedia infrastruktur TIK, Huawei sangat fokus pada inovasi 5G untuk membantu mendorong transformasi digital di semua industri. Hu mencatat bahwa inovasi Huawei difokuskan pada tiga bidang: teknologi, produk dan aplikasi.

·         Teknologi: Solusi 5G Super Uplink terbaru dari Huawei menghadirkan kecepatan uplink yang tak tertandingi, membantu perusahaan mengatasi hambatan utama dalam industri Internet.

·         Produk: Produk-produk komputasi edge 5G Huawei yang terkonvergensi sepenuhnya telah mempercepat penggelaran situs komputasi edge hingga faktor 10.

·         Aplikasi: Lab Wireless X Huawei mengembangkan aplikasi-aplikasi 5G dengan mitra di berbagai domain, seperti manufaktur, perawatan kesehatan, keuangan, dan transportasi. Dengan para mitra ini, Huawei sedang menjajaki bagaimana 5G dapat membantu berbagai industri go-digital dengan lebih efektif.

Huawei juga membangun kerja sama erat dengan pelanggan dan mitra untuk mendorong inovasi dalam 5G. Huawei saat ini bekerja dengan mitra ekosistem untuk mengembangkan perangkat yang ditargetkan memenuhi kebutuhan industri tertentu.

Melalui inovasi bersama dan kemitraan strategis dengan pelanggannya, Huawei bertujuan untuk mendorong perluasan aplikasi 5G untuk bisnis 1-to-N. Perusahaan juga bekerja untuk mengoordinasikan komunikasi 5G dan standar industri untuk meningkatkan aplikasi-aplikasi 5GtoB dengan lebih cepat.

Dalam kesempatan tersebut Hu mengingatkan bahwa setelah Covid-19 berhasil dikendalikan, dunia menghadapi risiko yang nyata dari pemulihan K-shaped economic. 

Dia memprediksikan makin melebarnya kesenjangan antara organisasi dan orang-orang yang secara aktif mendapatkan keuntungan dari teknologi digital dengan mereka yang tidak.

Hu turut menekankan bahwa fokus inovasi perlu dialihkan untuk menghasilkan nilai sosial yang lebih besar sehingga pembangunan yang tidak seimbang dapat dihindari, kesenjangan digital terjembatani, serta dapat mendorong pertumbuhan inklusif.

Menutup sambutannya, Hu menggarisbawahi bahwa meskipun pandemi telah menutup banyak pintu, sebaliknya inovasi justru telah membuka jendela harapan baru.

“Melalui inovasi berkelanjutan Huawei akan terus menjalin kemitraan terbuka dengan pelanggan dan mitranya untuk membantu industri menjadi digital dan membuat hidup lebih baik, bisnis lebih cerdas dan dunia lebih inklusif,” ujarnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait