Hot News

Membahas masalah perselingkuhan, pelakor, atau pebinor, memang nggak ada matinya ya, guys? Definisi berselingkuh juga dimaknai berbeda buat masing-masing orang. Ada yang menganggap chatting dan berkomunikasi secara online sudah termasuk selingkuh. Ada juga yang memberi batasan ‘kelonggaran’ hingga terjadi tidaknya hubungan intim.

Di era keterbukaan informasi dan kemudahan dalam berinteraksi dengan orang lain seperti saat ini, perselingkuhan jadi lebih gampang terjadi. Yang awalnya hanya rasa ingin tahu, bisa dengan cepat berkembang menjadi rasa penasaran, ketertarikan, lalu menjalin komunikasi yang intensif. Hal inilah yang bikin seseorang bisa terjebak pada kecanduan untuk berselingkuh.

Kecanduan untuk berselingkuh nggak sama artinya dengan kecanduan seks loh, guys. Meski seks bisa menjadi bagian dari perselingkuhan, namun seks tidak selalu menjadi alasan dan dorongan seseorang untuk berselingkuh.

Seperti halnya kecanduan yang lain, orang yang ‘hobi’ berselingkuh biasanya haus perhatian dari orang lain. Ia juga memiliki masalah pribadi seperti merasa tidak dihargai pasangannya, ketidakpuasan dalam hubungan, tidak bahagia dengan hidupnya, dan lain-lain. Kondisi ini membuat si peselingkuh mencari kenyamanan emosional maupun fisik di luar hubungannya.

 

Terus, kenapa sih selingkuh itu nagih?

1600253767-selingkuh-nagih.jpgSumber: Ilustrasi perselingkuhan. Sumber: Freepik.

Dorongan untuk terus mencari ‘kepuasan’ di luar, berhubungan dengan adrenalin dan sensasi kesenangan yang dirasakan ketika bertemu dengan orang baru. Perasaan ini biasanya ditandai dengan rasa deg-degan, gelisah, dan bersemangat saat PDKT sama gebetan alias selingkuhan. Perasaan ini muncul akibat produksi hormon dopamin oleh otak. Pelaku akan terus merasakan ini, hingga ketertarikan mulai memudar. Saat rasa itu sudah hilang dan kembali pada kehidupan semula, muncullah kerinduan untuk merasakan sensasi kenikmatan itu lagi. Sehingga, timbul dorongan untuk berselingkuh alias nagih terus.

Alasan lain yang menyebabkan perselingkuhan itu nagih, adalah tidak adanya komitmen dan beban dalam hubungan ini. Orang yang diajak berselingkuh, biasanya bisa memberi kenyamanan buat si peselingkuh. Misalnya, tidak banyak menuntut. Sehingga, buat pelaku, pasangan selingkuhnya ibarat fast food yang mudah didapatkan, enak, murah, tapi mengenyangkan. Namun, seperti halnya fast food, selingkuhan juga nggak sehat buat ‘dikonsumsi’ terus menerus.

Dalam beberapa situasi, orang berselingkuh karena murni alasan seksual. Ia tidak mendapatkan kepuasan seksual dari pasangan sahnya, sehingga mencari pelampiasan di tempat lain. Jenis perselingkuhan seperti ini ibarat minum obat pereda rasa sakit. Rasa nyeri bisa hilang dengan cepat, namun sebenarnya kamu nggak pernah benar-benar sembuh. Kekecewaan akan muncul lagi saat kembali pada pasangan sahnya. Sehingga, perselingkuhan terus terjadi demi mendapatkan kepuasan yang diinginkan.

 


Loading ..