Jakarta - Millendaru atau Millen Cyrus menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan selebriti Tanah Air.

Milen diamankan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Reza Rahandhi dan Kanit II Sat Narkoba Ipda Prima Boy Mantri tim di sebuah hotel di kawasan Jakarta Utara pada, Sabtu (20/11/2020) dini hari.

Polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu dan satu buah alat hisap atau bong di lokasi penangkapan Millen.

Setelah ditangkap dan dilakukan pemeriksaan tes urine, pemilik nama lengkap Muhammad Millendaru Prakasa itu pun dinyatakan positif narkoba.

"Iya, hasil positif (narkoba)," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Ahrie Sonta Nasution, saat dihubungi, Senin (23/11/2020).

Tidak hanya Millen, ada beberapa publik selebriti lain yang juga tertangkap atas kasus kepemilikan sabu-sabu, seperti Nunung, Fachri Albar, Roro Fitria, dan Steve

Melansir laman resmi Yayasan untuk Dunia Bebas Narkoba, sabu-sabu dapat menyebabkan kecanduan sejak pertama kali digunakan.

Pengguna narkoba jenis ini bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang paling sulit direhabilitasi loh.

Lalu apa aja sih efek samping penggunaan sabu-sabu ini?

Dilansir dari Medical News Today, sabu-sabu mengandung berbagai zat yang buruk bagi tubuh. Sabu-sabu yang dibuat secara ilegal biasanya mengandung kafein tinggi, talk, dan berbagai racun lainnya.

Penggunaan sabu-sabu menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada otak yang dapat mengakibatkan gangguan emosi serta memori.

Dilakukan dengan cara dihisap, dihirup atau disuntikan, sabu-sabu mampu memberikan efek menyenangkan kepada penggunanya.

Pasalnya, saat mengonsumsi sabu-sabu, tubuh akan melepaskan neurotransmitter dopamin dalam jumlah yang sangat besar.

Dopamin merupakan zat kimia yang mampu meningkatkan kebahagiaan, motivasi, dan kemampuan motorik. Zat itulah yang mempengaruhi bagian otak sehingga seseorang selalu tergoda untuk mengonsumsi lebih banyak sabu-sabu.

Sabu-sabu dapat meningkatkan perhatian, berkurangnya rasa lelah, meningkatkannya aktivitas, cara bicara yang cepat, nafsu makan menurun, kehilangan kontrol, dan selalu merasa euforia bagi para penggunanya.

Dari segi fisik, pengguna sabu-sabu akan bernafas lebih cepat, jantung berdetak lebih cepat dan tak teratur, peningkatan suhu tubuh, dan tekanan darah tinggi.

Sementara dari segi psikis, efek sabu-sabu bisa menyebabkan penggunanya mengalami paranoid, agresif, halusinasi pada penglihatan maupun pendengaran, delusi, dan mood yang berubah-ubah.

Pengguna sabu-sabu mengakibatkan penggunanya terserang penyakit-penyakit kronis hingga kematian.

Sabu-sabu bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti detak jantung abnormal, serangan jantung, hingga kematian jantung mendadak.

Penggunaan sabu-sabu juga bisa menyebabkan nyeri dada, tekanan darah tinggi, kerusakan gigi dan gusi akibat kandungan zat berbahaya yang ada di dalam sabu-sabu.

Berdasarkan penelitian, sabu-sabu memiliki efek panjang, yaitu dapat menyebabkan penyakit parkinson. Penyakit parkinson adalah kondisi gangguan saraf yang memengaruhi saraf gerak.

Tak sampai di situ, penggunaan sabu-sabu juga mampu menyebabkan efek neurologis yang tidak hilang meskipun berhenti menggunakannya.

Suntikan pada saat menggunakan sabu-sabu pun dapat meningkatkan risiko terpapar penyakit menular, seperti HIV atau hepatitis.

Komentar
paper plane