beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

JNE Pastikan Beras yang Dikubur di Depok Bukan Bansos Pemerintah

Putri Rahma,
3 Agustus 2022 14.53.45 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
JNE Pastikan Beras yang Dikubur di Depok Bukan Bansos Pemerintah
Image: Polisi bersama perwakilan JNE dan instansi terkait mengecek TKP tempat beras bansos dipendam. (PMJ News)

Jakarta - Perwakilan Kuasa Hukum JNE Anthony Djono mengatakan bahwa beras bantuan sosial (bansos) pemerintah yang ditemukan terkubur di kawasan Sukmajaya, Kota Depok itu adalah beras milik JNE dan bukan beras bantuan sosial (bansos) pemerintah.

“Beras yang hari ini saudara lihat dikubur, itu bukan beras bansos. Itu adalah beras milik JNE,” katanya, pada Rabu (3/8/2022).

Anthony juga menjelaskan, JNE yang merupakan distributor mengambil beras-beras tersebut dari Bulog dan dalam perjalanannya, beras-beras tersebut basah karena terkena hujan.

“Setelah beras dari gudang Bulog diambil, dalam perjalanan ada yang kena hujan sehingga itu basah dan ada berjamur, jadi sudah tidak layak di konsumsi. Tidak mungkin beras rusak kita salurkan kepada masyarakat,” jelas Anthony.

Ia juga menambahkan bahwa beras-beras yang dikubur itu sudah digantikan dengan beras baru dan telah disalurkan kepada masyarakat.

“Transporter kami bertanggung jawab, kita ganti semua beras yang rusak. Ada nggak penerima manfaat yang komplain? Sampai hari ini tidak ada. Kita sudah ganti semua, jadi tidak ada kerugian sedikitpun,” ucapnya.

Dikabarkan sebelumnya bahwa Direktur Krimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan jika pihaknya melihat secara langsung tempat lokasi dikuburnya beras-beras tersebut. Hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyidikan terhadap beras yang ditimbun tersebut.

“Kita sepakat sudah semua setelah cek lokasi memang ada beras yang ditimbun,” kata Auliansyah.

“Permasalahannya adalah beras penimbunan atau beras rusak dan sebagainya, itu kita masih melakukan penyelidikan. Jadi saya belum bisa menjelaskan beras itu beras apa. Mungkin update dari penyelidikan akan segera disampaikan,” lanjutnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait