beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Parkiran JNE Jadi Lahan 'Kuburan Bansos' di Depok, Ini Kata Manajemen

Ardha Franstiya,
1 Agustus 2022 11.53.20 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Parkiran JNE Jadi Lahan 'Kuburan Bansos' di Depok, Ini Kata Manajemen
Image: Ilustrasi - Petugas saat mengemas paket bantuan sosial. (ANTARA)

Jakarta - Tumpukan paket bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang ditemukan warga terkubur di sebuah lahan kosong di Jalan Tugu Jaya Kampung Serab, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok tengah menjadi sorotan.

Camat Sukmajaya Feri Birowo mengatakan lahan tersebut biasa digunakan perusahaan jasa pengiriman logistik, JNE Express untuk fasilitas parkir.

"Itu kami sempat agak kaget juga, ternyata di situ ada penimbunan beras dari banpres. Karena lokasi tersebut sudah beberapa tahun digunakan untuk lokasi parkir JNE. Beberapa tahun, di dekat situ biasanya lurah atau warga itu ada aktivitas disitu, dan selalu ramai," kata Feri, Minggu (31/7).

Menanggapi pernyataan itu, VP of Marketing JNE Express Eri Palgunadi mengungkapkan bahwa tidak ada pelanggaran dari pihak JNE Express terkait ditemukannya ratusan paket bansos dari pemerintah.

Menurutnya, paket bansos tersebut sudah dalam kondisi rusak.

"Kami sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," ujar Eri dalam keterangan di Instagram @jne_id, dikutip Senin (1/8/2022).

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by JNE Express (@jne_id)

Lebih lanjut Eri mengatakan, JNE Express terus berkomitmen mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum apabila diperlukan.

"JNE mendukung program pemerintah dalam proses distribusi beras bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat bekerja sama dengan pihak terkait," ujarnya menjelaskan.

Sebelumnya, viral video di media sosial yang memperlihatkan warga menemukan tumpukan bansos berupa beras di lahan kosong kawasan Sukmajaya, Depok.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait