Hot News

Jakarta - Justin Bieber telah mengantongi izin dari Pengadilan Tinggi Los Angeles untuk meminta Twitter mengungkapkan identitas asli akun yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual.

Hal itu terungkap dalam dokumen pengadilan terbaru yang diterima ET. Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles, Terry Green, telah memberikan izin kepada pengacara Justin Bieber untuk menyelidiki identitas dua wanita tersebut.

Izin tersebut diberikan setelah sang pengacara berhasil memaparkan bahwa tuduhan terhadap kliennya terbukti palsu melalui saksi mata dan bukti foto.

"Kami hanya ingin mengungkap siapa yang berada di balik dua akun ini, dan itu mungkin orang yang sama," kata pengacara Bieber, Evan N. Spiegel.

Pada akhir Juni 2020, Justin Bieber mengajukan gugatan kepada dua akun palsu yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual. Pelantun 'Stuck with U' ini menuntut ganti rugi senilai US$20 juta (Rp 283.5 miliar) terhadap dua perempuan yang mengaku penggemarnya.

Kedua perempuan tersebut mengaku dilecehkan saat bertemu dengan Justin Bieber beberapa tahun lalu. Korban pertama mengaku bertemu Justin di acara musik di Austin pada 2014. Dia diajak ke Hotel Four Season dan dilecehkan di sana. 

Sementara korban kedua mengaku diperkosa saat Justin Bieber menggelar acara meet and greet tahun 2015.

Menanggapi hal ini, Justin tak tinggal diam. Dia mencoba membantah tuduhan tersebut dengan membeberkan sejumlah penjelasan melalui akun Twitter pribadinya. 

Dia juga memposting sejumlah bukti bahwa di  hari itu dia sedang bersama Selena Gomez di South by South West (SXSW) di Austin. 


Loading ..