menu
user
URnews

Kabar Duka! Anton Medan Meninggal Dunia

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kabar Duka! Anton Medan Meninggal Dunia
Image: Anton Medan. (Twitter @RudiTobinq)

Jakarta - Mantan Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Tan Hok Liang atau yang akrab dikenal Anton Medan alias Tan meninggal dunia di usia 63 tahun, Senin (15/3/2021).

Kabar duka tersebut mulanya tersebar di grup WhatsApp dan dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Ipong Hembiring Putra. 

Anton Medan meninggal dunia di kediamannya, Pondok Rajeg Cibinong, Bogor pada pukul 14.50 WIB. Mantan preman perampok itu tutup usia karena penyakit stroke dan diabetes yang dideritanya. 

Rencananya, jenazah Anton akan dimakamkan di Pesantren At-Taibin selepas magrib sekitar pukul 19.00 WIB.

Dihimpun dari berbagai sumber, Anton Medan lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada 10 Oktober 1957. Ketika lahir, ia memiliki nama asli Tan Hok Liang.

Pada tahun 1992, Anton pun memeluk Islam, ia kemudian berganti nama menjadi Muhammad Ramdhan Efendi.

Melansir dari wikipedia, semula Anton merupakan penganut agama Buddha, lalu beralih ke Kristen dan akhirnya Islam.

Sebelum masuk Islam, Anton dibesarkan di tengah-tengah politik gelap Indonesia. Itu selama pemerintahan Orde Baru Suharto ketika preman digunakan dalam politik, bisnis dan instansi pemerintah.

Banyak tuduhan-tuduhan yang diarahkan padanya seputar keterlibatannya dalam kerusuhan Mei 1998. Ia juga pernah dijadikan kambing hitam untuk orkestrasi Kerusuhan Jakarta setelah tuduhan itu diam-diam dicabut.

Kerusuhan yang awalnya merupakan demonstrasi mahasiswa untuk memprotes presiden Indonesia Soeharto berubah menjadi demonstrasi anti-Tionghoa di ibu kota Jakarta. 

Anton yang merupakan keturunan Tionghoa pun ikut turun ke jalan dan ikut kerusuhan guna membuktikan bahwa ia setia kepada rakyat, sayangnya Anton malah jadi sasaran.

Dalam kekacauan politik tahun 1998, dilaporkan pula bahwa Prabowo Subianto, telah merekrut dan memanipulasi Anton Medan untuk mendapatkan pendukung militan.

Dalam penyidikan kasus kerusuhan 1998, Anton Medan membantah tuduhan terlibat aktif di balik layar, meski mengaku berada di tengah-tengah massa.

Namun, dia menolak untuk bersaksi kecuali Komisi Nasional Hak Asasi Manusia merehabilitasi namanya terlebih dahulu.

Tak hanya itu, Anton Medan juga pernah masuk penjara sewaktu masih menjadi perampok dan bandar judi.

Meski memiliki masa lalu yang kelam, akhirnya pada tahun 2012, Anton diberi amanat untuk menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).  

Ia juga mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami' Tan Hok Liang yang terletak di areal Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait