London - Kasus penularan virus corona di Inggris sedang melonjak. Ada wacana untuk menunda sementara Premier League demi menekan angka tersebut.

Kasus corona di Inggris meningkat menjelang akhir tahun, terutama karena ada varian baru dari virus tersebut. Premier League juga kena imbasnya karena ada 12-18 orang yang positif dalam periode 21-27 Desember kemarin.

Bahkan beberapa klub besar juga ikut kena imbasnya, seperti bek Arsenal Gabriel Magalhaes, lalu ada empat orang dari Manchester City termasuk Gabriel Jesus dan Kyle Walker. Belum lagi ada kabar buruk dari Fulham dan Newcastle United.

Bahkan sudah ada laga yang tertunda di akhir tahun ini, yakni Everton kontrak City yang seharusnya dihelat di Goodison Park, Selasa (29/12/2020) dini hari WIB kemarin. City meminta laga ini ditunda.

Terkait kasus COVID-19 yang meningkat, beberapa manajer seperti Sam Allardyce (West Brom), Sean Dyche (Burnley), dan Graham Potter (Brighton), meminta Premier League ditunda di awal tahun demi kebaikan bersama.

"Keselamatan banyak orang lebih penting dari apapun. Ketika saya mendengar berita soal transmisi varian baru virus dari yang sebelumnya...kami cuma bisa melakukan hal yang tepat yakni memutus penyebaran," ujar Allardyce

"Saya sudah berusia 66 tahun dan yang saya inginkan adalah menghindari COVID-19. Saya sangat memikirkannya untuk diri saya sendiri dan juga sepakbola. Kami punya satu yang positif pekan ini, dan itu terlihat terus meningkat, tak peduli apapun yang sudah kami lakukan," sambungnya.

Sepakbola itu penting, tapi tidak sepenting kehidupan dan kesehatan orang," timpal Potter.

Tapi ada juga yang tak sependapat, yakni manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer, yang meminta liga tetap dilanjutkan. Maklum Setan Merah lagi on fire dan kini berada di posisi kedua klasemen, selisih dua angka dari Liverpool di puncak.

"Saya tidak melihat manfaat dari memutus penyebaran. Kapan kami akan bermain? Kita semua tahu tahun ini sangat sulit. Saya tidak berpikir menghentikan permainan akan membuat perubahan besar," papar Solskjaer.

Komentar
paper plane