beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Kasus COVID-19 RI Meningkat, Menkes: Disebabkan Varian Baru

Fitri Nursaniyah,
11 November 2022 09.21.28 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kasus COVID-19 RI Meningkat, Menkes: Disebabkan Varian Baru
Image: Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers, Senin (09/05/2022) (Dok. Setkab)

Jakarta - Kasus COVID-19 di Indonesia beberapa waktu terakhir terus mengalami kenaikan. Per 10 November 2022, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 6.294, sehingga total ada 6.544.201 kasus terhitung sejak Maret 2020.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh tiga varian baru COVID-19.

"Memang sekarang kasusnya naik disebabkan varian baru. Varian baru ada tiga, BA2.75, XBB, dan BQ1. Yang banyak di Indonesia adalah BQ1, banyak di Eropa dan Amerika dan XBB ada di Singapura," ucap Menkes Budi Gunadi di Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, mengutip ANTARA, Jumat (11/11/2022).

Menurutnya, penularan sub varian COVID-19 baru ini sifatnya cepat. Bahkan, orang yang sudah divaksin serta pernah terinfeksi COVID-19 juga bisa tertular.

Sejak Oktober 2022, ada 1.300 pasien yang meninggal dunia karena COVID-19. Menkes melihat, mayoritas pasien yang meninggal rupanya belum menerima vaksin booster.

"Yang meninggal dari 1.300 itu 50 persen belum vaksin dan 80 persen belum booster," katanya.

Menkes Budi pun memprediksi COVID-19 di Indonesia akan terus melonjak dalam beberapa waktu ke depan. Ia mengatakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi gelombang ketiga COVID-19.

Sebagai antisipasi, Menkes berpesan agar masyarakat segera melakukan vaksin booster karena hal itu bisa mengurangi risiko pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit.

"Saran saya, tetap pakai masker. Karena kasusnya lagi naik cepat sekarang. Dan yang belum divaksin, harus segera booster," ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang pemberlakuan PPKM level 1 di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait