Hot News
URnews

Kasus COVID-19 Surabaya Tinggi, Risma Minta Bantuan Unair untuk Kirim Dokter

Nivita Saldyni,
1 July 2020
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kasus COVID-19 Surabaya Tinggi, Risma Minta Bantuan Unair untuk Kirim Dokter
Image: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Dekan FK Unair, Prof Dr dr Soetojo, SpU K di FK Kampus A Unair, saat menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD), Selasa (30/6/2020). (Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya - Tingginya kasus positif COVID-19 di Kota Surabaya tentu membutuhkan jumlah tenaga kesehatan yang banyak pula. Hal ini pun membuat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meminta bantuan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) untuk mendukung penanganan COVID-19 di wilayahnya.

Melalui penyaluran tenaga dokter residen PPDS (Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis), Risma meminta tenaga dokter PPDS untuk mendukung penanganan pasien COVID-19 di dua Rumah Sakit (RS) yang dinaungi oleh Pemkot Surabaya.

"Saya ingin menyampaikan permohonan kepada Pak Dekan (Unair), kalau bisa kami dibantu tenaga untuk dua RS kami, RSUD Soewandhie dan RSUD BDH," kata Risma kepada Dekan FK Unair, Prof Dr dr Soetojo, SpU K di FK Kampus A Unair, saat menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD), Selasa lalu.

Risma mengakui bahwa pada 2020, dua rumah sakit di bawah naungan Pemkot Surabaya itu telah menerima bantuan dokter PPDS. Sayangnya, sejak Maret lalu semua PPDS ditarik dari RSUD Dr Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.

“Jadi kalau kami diperkenankan, nanti saya akan siapkan transportasi kendaraan untuk membawa dokter. Pulang pergi akan kami antar,” katanya.

Dengan menyiapkan kendaraan untuk dokter PPDS, Risma berharap, tenaga PPDS yang akan membantu RS milik Pemkot Surabaya ini tidak terlalu lelah dan bisa segera istirahat saat pulang. Risma pun menyatakan siap memenuhi seluruh fasilitas kebutuhan dokter, seperti APD.

“Jadi tidak lelah dan bisa istirahat saat pulang. Saya harap kami bisa dibantu, nanti semua fasilitas dokter kami yang siapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof. Soetojo menyatakan siap mendukung Pemkot Surabaya dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di dua rumah sakit itu, khususnya tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19. Untuk itu ia mengaku akan menghitung dan menimbang lebih dulu tenaga medis, terutama PPDS yang dimiliki oleh FK Unair.

“Nanti kami kirim seperti permintaan Bu Risma tadi. Kebutuhannya berapa, nanti kami usahakan untuk kirim ke sana,” kata Prof. Soetojo.

Ia mengatakan hal ini merupakan kewajibannya. Apalagi  FK Unair berada di Kota Pahlawan, maka otomatis pengabdian kepada masyarakat Surabaya juga menjadi hal yang utama.

“FK (Fakultas Kedokteran Unair) kan tinggal di Surabaya, maka otomatis kami akan membantu masyarakat Surabaya,” tutupnya. 


Loading ..