beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Kasus Polio Ditemukan di Kabupaten Pidie, Pemerintah Tetapkan KLB  

Griska Laras,
21 November 2022 12.37.53 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kasus Polio Ditemukan di Kabupaten Pidie, Pemerintah Tetapkan KLB  
Image: Ilustrasi kelumpuhan akibat polio/Freeik.

Jakarta – Pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) polio setelah menemukan satu kasus di Kabupaten Pidie, Aceh. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan kasus polio di Kabupaten Pidie berdasarkan penelusuran RT-PCR pada awal November 2022. Pasien merupakan seorang anak berusia 7 tahun yang mengalami kelumpuhan.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Maxi Rein Rondonuwu, menjelaskan pasien mulai merasakan gejala berupa demam dan penurunan gerak kaki pada 6 Oktober. 

“Tanggal 18 Oktober masuk RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli. Pada tanggal 21 sampai 22 Oktober, dokter anak mencurigai polio dan mengambil dua spesimen dan dikirim ke provinsi. Kemudian tanggal 7 November hasil RT-PCR keluar hasil konfirmasi polio tipe 2,” jelas dr Maxi seperti dilansir situs Kemenkes, Senin (21/11/2022).

Dikatakan Maxi, anak tersebut mengalami pengecilan di bagian otot paha dan betis kiri. Selain itu, pasien juga tidak memiliki riwayat imunisasi. 

“Anak ini saya lihat kondisinya kemarin bisa jalan meskipun tertatih-tatih. Cuma tidak ada obat nanti tinggal di fisioterapi untuk mempertahankan masa ototnya,” kata dr Maxi. 

Kasus polio di Kabupaten Pidie ini menjadi yang pertama di Indonesia setelah menerima sertifikat bebas polio dari WHO pada 2014. Sehingga kemudian pemerintah Kabupaten Pidie menerapkan Kejadian Luar Biasa Polio di tingkat Kabupaten Pidie.

Dr. Maxi menyebut kasus polio di Kabupaten Pidie disebabkan karena rendahnya imunisasi di Aceh. Selain itu sanitasi yang buruk serta gaya hidup tidak bersih juga menjadi pemicu penyakit ini.

“Kalau lihat cakupan oral polio virus OPV dan IPV memang seluruh Indonesia rendah terutama saat pandemi COVID-19. Untuk itu, pemerintah gencarkan upaya imunisasi,” tutupnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait