Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Kemenkes Ungkap Alasan Angka Kasus Kematian COVID-19 Bertambah

Kintan Lestari,
4 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kemenkes Ungkap Alasan Angka Kasus Kematian COVID-19 Bertambah
Image: Pemakaman jenazah pasien COVID-19. (Ilustrasi/ANTARA)

Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi menyatakan kalau Bed Occupancy Ratio (BOR) mulai menurun.

Itu tentunya menjadi hal yang baik. Sayangnya, penurunan penggunaan tempat tidur belum diikuti jumlah kasus kematian COVID-19 yang masih bertambah beberapa pekan terakhir.

Disampaikan Nadia, per 2 Agustus 2021, ada sekitar 77.000 kasus aktif dari total 500 ribuan kasus yang dirawat di rumah sakit, baik di rawat di tempat tidur, isolasi, maupun ICU isolasi.

Hal ini berarti lebih dari 80% kasus aktif ada di masyarakat baik yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri maupun isolasi di tempat yang sudah ditentukan pemerintah daerah setempat.

Nadia kembali menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi PPKM, kematian terjadi ketika pasien baru sampai di UGD karena keterlambatan mengenali tanda kegawatan dan terlambat melakukan rujukan. Angka kematian terutama terjadi pada kelompok pasien-pasien berusia lanjut. 

Oleh sebab itu, menurutnya untuk menekan angka kematian tersebut perlu dilakukan pemantauan isolasi untuk mengetahui apakah seseorang dapat menjalani isolasi mandiri atau terpusat, sehingga jika muncul tanda kegawatan dapat segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Ingat bila gejala sesak muncul saat kita melakukan isolasi mandiri segera ke fasilitas isolasi terpusat dan jangan ditunda,” ujar dr. Nadia dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021).

Dia menekankan yang paling penting adalah kolaborasi dari semua pihak dari mulai level individu, tingkat RT/RW, desa dan kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai di tingkat nasional dan bahkan global untuk saling mendukung upaya penanganan pandemi yang lebih baik.

dr. Nadia juga terus mendorong upaya percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok. 

Saat ini sudah 90,8 juta vaksin yang telah terdistribusi dan ada 3 juta yang akan dikirimkan pada minggu ini, serta 6,9 juta stok yang juga dipersiapkan untuk dikirim. 

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu divaksinasi dan ingat untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan takut jika ditracing dan lakukan testing sesuai arahan petugas kesehatan. COVID-19 jangan dianggap sebagai aib dan jangan dikucilkan. Mari kita berikan dukungan pada warga yang positif dan yang sedang menjalankan karantina. Bersama kita bisa menghadapi pandemi ini,” ujar dr. Nadia.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait