Hot News

Jakarta - Urbanreaders pernah nggak melihat atau mengalami saat masih kecil, kadang berpura-pura sakit demi mendapatkan keinginan atau biar terhindar dari tugas-tugas sekolah?

Nah, dalam beberapa kasus, kebiasaan ini terus berlanjut hingga usia dewasa loh, guys. Beberapa orang mencari perhatian, ingin mendapatkan simpati, atau mengindari tanggung tanggung jawab dengan terus berpura-pura sakit.

Kondisi seperti ini biasa dikenal dengan sindrom Munchausen.

Mengenal Sindrom Munchausen

1593498230-sindrom-sakit3.jpgSumber: ""


Sindrom Munchausen atau sindrom pura-pura sakit adalah salah satu jenis gangguan jiwa, guys. Orang yang memiliki gangguan ini, akan memalsukan berbagai gejala dan keluhan penyakit, baik fisik maupun psikis. Mereka juga tak akan ragu untuk pergi ke rumah sakit, mendatangi dokter, mencari obat di apotek, hingga menjalani berbagai tes untuk mengobati penyakit palsunya.

Gejala yang kerap dikeluhkan antara lain nyeri di dada, sakit kepala, sakit perut, demam, atau gatal. Pada kasus yang serius, penderita sindrom pura-pura sakit bahkan dengan sengaja menyakiti diri sendiri agar gejala penyakitnya bisa lebih nyata. 

Cara ini dilakukan misalnya dengan cara mogok makan, menjatuhkan diri supaya ada tulang yang retak, overdosis obat, atau melukai bagian tubuh tertentu. Waduh!

Mencari Perhatian dan Simpati
Kenapa sih orang bisa memiliki sindrom ini? Tujuannya adalah untuk mendapatkan perhatian, simpati, rasa kasihan, dan perlakuan baik dari keluarga atau orang terdekatnya. Dalam benak mereka, berpura-pura sakit adalah satu-satunya cara supaya mereka bisa merasakan kasih sayang dari orang di sekitarnya.

Dengan kata lain, penderita sindrom Munchausen sadar sepenuhnya bahwa dirinya tak mengidap penyakit apa pun, namun memilih cara ini untuk menarik perhatian atau mendapatkan kasih sayang dari orang lain.

Apa sih Penyebabnya?

1593498255-sindrom-sakit2.jpgSumber: ""


Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab sindrom Munchausen ini. Namun, menurut para ahli, orang yang mengidap penyakit mental ini biasanya juga memiliki gangguan kepribadian yang lain seperti kecenderungan menyakiti diri sendiri, kesulitan mengendalikan impuls, dan suka mencari perhatian. Selain itu, sindrom ini juga bisa didorong oleh riwayat trauma masa kecil akibat mengalami kekerasan atau diterlantarkan orang tua.  

Bagaimana Ciri-cirinya?
Penderita sindrom Munchausen dapat kamu kenali dari ciri-ciri berikut ini, guys.

 • Gejala penyakit hanya muncul pada saat-saat tertentu, misalnya saat bersama dengan orang lain atau saat memiliki masalah pribadi
 • Suka berbohong atau mengarang cerita
 • Penyakit justru terlihat makin parah setelah dilakukan pemeriksaan atau pengobatan
 • Muncul penyakit baru setelah dokter menyatakan tidak ada penyakit 
 • Sangat sering periksa ke dokter
 • Riwayat penyakit yang berubah-ubah
 • Memiliki pengetahuan yang cukup mendalam seputar penyakit yang diderita
 • Tidak takut atau ragu menjalani berbagai pemeriksaan, tes, hingga operasi
 • Menolak jika dokter ingin bertemu dengan keluarga 
 • Meminta bantuan atau perhatian dari orang lain ketika sakit
 • Tidak mengonsumsi obat-obatan atau vitamin yang diresepkan
 • Menolak jika dirujuk ke psikolog, terapis, atau psikiater

Bagaimana Mengatasinya?
Mengingat sindrom Munchausen termasuk dalam gangguan kejiwaan, maka kondisi ini tak bisa sepenuhnya sembuh, guys. Namun, kebiasaan berpura-pura sakit ini bisa diredakan apabila si penderita mau bekerja sama dengan keluarga, sahabat, orang terdekat, dan dokter untuk mengatasi trauma masa lalu atau penyebab lain yang mendasarinya.


Loading ..