menu
user
URnews

Khawatir Efek Vaksin COVID-19, Komnas KIPI Ungkap Tak Ada Laporan Serius

Kintan Lestari,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Khawatir Efek Vaksin COVID-19, Komnas KIPI Ungkap Tak Ada Laporan Serius
Image: Ilustrasi vaksinasi. (Freepik)

Jakarta - Indonesia resmi memulai program vaksinasi COVID-19 pada hari Rabu (13/1/2021) yang mana disiarkan dari Istana Merdeka, Jakarta.

Presiden Joko Widodo pun jadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Sinovac asal Cina.

Meski vaksin sudah terjamin keamanan, kehalalan, dan efektivitasnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), rupanya masih banyak yang khawatir mengenai efek setelah vaksin atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Ditambah lagi beberapa negara melaporkan beberapa kasus KIPI usai program vaksinasi dimulai.

Prof. DR. Dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), menyatakan kalau di Indonesia sampai kemarin (15/1/2021) belum ada laporan soal KIPI.

“Alhamdulillah sampai saat ini (15/1) belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang terjadi, jadi apabila ada kejadian yang tidak diinginkan atau kejadian luar biasa masyarakat harus melapor ke fasilitas kesehatan. Nanti laporan dicatat dan akan ditindaklanjuti Komisi Daerah dan Komisi Nasional KIPI yang merupakan komite independen dalam mengkaji hal ini,” terang Prof. Hindra dalam keterangan tertulis.

KIPI sendiri disebut Prof. Hindra merupakan respon alami tubuh terhadap vaksin.

“Vaksin ini merupakan produk biologis, sehingga pada waktu dimasukkan ke dalam tubuh maka reaksi alamiahnya adalah memang menimbulkan reaksi lokal di tempat suntikan berupa kemerahan, pegal, bahkan menimbulkan demam, namun data menunjukkan gejala-gejala tadi jumlahnya kurang dari 1 persen dan bisa hilang dengan sendirinya,” terangnya.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat akan efek dari vaksin COVID-19, Prof. Hindra menyatakan tidak perlu khawatir lantaran vaksin yang digunakan sudah teruji keamanan dan efikasinya.

“Saya kira masyarakat takut divaksinasi karena ada berita tidak benar terkait vaksin COVID-19 ini, masyarakat sebetulnya tidak perlu khawatir dan jangan mudah percaya berita-berita hoaks yang beredar terutama berita terkait vaksin yang mampu berdampak serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan tidak mungkin memberikan izin penggunaan apabila vaksin COVID-19 terbukti tidak aman,” pungkasnya.

Meski vaksinasi mulai dijalankan, Prof. Hindra Irawan tetap mengingatkan masyarakat agar jangan lupa menjalankan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) serta melakukan 3T (tes, telusur, dan tindak lanjut).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait