beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Kisah Model Khoudia Diop Patahkan Standar Kecantikan 'Kulit Putih'

Shelly Lisdya,
9 November 2022 17.43.34 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kisah Model Khoudia Diop Patahkan Standar Kecantikan 'Kulit Putih'
Image: Khoudia Diop. (Instagram)

Jakarta - Warna kulit cenderung gelap atau hitam terkadang masih mendapat diskriminasi

Standar kecantikan yang banyak trend adalah tipe tubuh sempurna dan/atau berat badan, gaya, warna kulit cerah hingga mereka yang memiliki warna kulit gelap kerap mendapatkan rasisme.

Tetapi ada banyak wanita cantik dan kuat, yang telah menghindari omong kosong seperti itu, salah satunya adalah Khoudia Diop yang lahir di Senegal pada 31 Desember 1996. Ia berhasil menginspirasi banyak orang bahwa siapa saja bisa cantik dengan diri mereka sendiri.  

Model berusia 25 tahun ini dengan bangga menyebut diri sebagai 'Dewi Melanin', dan menginspirasi orang lain untuk menerima diri mereka apa adanya. 

Beberapa tahun lalu, Diop sempat menghebohkan Instagram dengan foto-fotonya yang memukau, juga mengantongi kontrak modeling yang tidak menganut konsep kecantikan 'adil'. 

Model asal Senegal, dalam wawancara pada 2016 berbagi pengalaman sedih terkait intimidasi semua melalui tahun-tahun pertumbuhannya karena warna kulitnya. 

“Tumbuh dewasa, saya menghadapinya dengan menghadapi para pengganggu. Saat saya tumbuh, saya belajar untuk lebih mencintai diri sendiri setiap hari, dan tidak memperhatikan orang-orang negatif. Hal itu banyak membantu," kata Diop kepada Daily Mail, dikutip, Selasa (8/11/2022). 

Bahkan hingga kini ia telah mengambil tugas di pundaknya untuk tidak hanya mengubah sudut pandang 'populer' tentang kecantikan, tetapi juga membantu sesama gadis berkulit hitam untuk bangkit dan bersinar. 

Jauh sebelum dikenal seperti sekarang, Diop pernah diejek karena warna kulitnya yang gelap, tetapi setelah pindah ke Paris pada usia 15 tahun, dia diberi saran agar menjadi model. 

Pada 2016 ia kemudian pindah ke New York City untuk kuliah dan ditampilkan dalam kampanye meng-gaungkan warna kulit yang berbeda-beda. Kampanye itulah yang membuatnya menjadi populer di Instagram.

Pada tahun 2017 ia muncul dalam kampanye iklan untuk merek kosmetik Prancis, Make Up For Ever.

Saat ini, Khoudia Diop telah mengantongi 485 ribu pengikut di Instagram. Melalui media sosial yang dimiliki, Diop ingin merangkul keindahan kulit gelap Afrika, dan beberapa budaya Afrika.

"Saya ingin menunjukkan kepada para wanita bahwa memiliki kulit gelap bukanlah sesuatu yang buruk, karena perbedaan itu sesuatu yang indah. Membantu perempuan menyadari bahwa mereka tidak harus mengubah siapa diri mereka, dan itu membuat saya bangga," tutupnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait