beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Kronologi Perseteruan Kamaruddin Simanjuntak vs Dirut Taspen

William Ciputra,
30 Agustus 2022 12.13.33 | Waktu baca 5 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kronologi Perseteruan Kamaruddin Simanjuntak vs Dirut Taspen
Image: Kamaruddin Simanjuntak dan Dirut Taspen ANS Kosasih. (Repro)

Jakarta - Nama pengacara Kamaruddin Simanjuntak lagi-lagi menjadi perbincangan. Bukan karena kasus pembunuhan Brigadir J yang sedang ia tangani, namun karena terlibat ‘perseteruan’ dengan Direktur Utama (Dirut) PT Taspen, ANS Kosasih. 

Dalam polemik ini, Kamaruddin menuding Kosasih mengelola dana ratusan triliun untuk kebutuhan kampanye Calon Presiden (Capre) pada Pemilu 2024 mendatang. 

Selain itu, Kamaruddin juga menuding Kosasih melakukan tindakan asusila dengan melakukan pernikahan tidak resmi dengan beberapa wanita, hingga mengklaim memiliki bukti bahwa Kosasih menyimpan ribuan video porno. 

Tudingan-tudingan tersebut tentu saja dibantah oleh ANS Kosasih. Dirut Taspen ini bahkan bakal melaporkan Kamaruddin ke kepolisian. Selain itu, tudingan Kamaruddin kepada Kosasih juga mendapat respons dari Kementerian BUMN. 

Seperti apa perseteruan keduanya? Berikut Urbanasia rangkum dari berbagai sumber, Selasa (30/8/2022).

1. Dirut Taspen Disebut Kelola Rp 300 T untuk Capres

Perseteruan antara Kamaruddin dan Kosasih bermula dari video Kamaruddin yang viral. Dalam video itu, Kamaruddin tampak berbicara tentang seorang direktur BUMN yang kemudian mengerucut pada Dirut Taspen ANS Kosasih. 

Kamaruddin dalam video itu menyebut sang dirut menyimpan uang sebesar Rp 300 triliun yang dipersiapkan untuk kebutuhan kampanye Capres pada Pemilu 2024 mendatang. 

“Ini saya kasih tahu nih, kasih tahu KPK, seorang Dirut BUMN mengelola Rp 300 triliun,” kata Kamaruddin dalam video yang viral itu. 

2. Tudingan Selingkuh

Tak hanya menyinggung soal uang Rp 300 triliun, Kamaruddin dalam video itu juga menyebut bahwa sang dirut juga menjalin hubungan dengan banyak wanita. 

Menurut Kamaruddin, wanita-wanita itu ditempatkan di berbagai apartemen mewah. Para wanita ini juga diberi uang dengan cara investasi dana Rp 300 triliun tersebut. 

“Si perempuan-perempuan ini yang tidak secara resmi, atau dinikahi, secara gaib ini, kayaknya wanita-wanita ini bisa transaksi Rp 200 juta per hari. Entah uang dari mana, saya nggak ngerti kalian kasih berapa gaji dirut BUMN itu. NAmanya PT Taspen,” kata Kamaruddin. 

3. Kosasih Laporkan Kamaruddin ke Polisi

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait