menu
user
URstyle

Lagi Hits, Strap Masker Ternyata Tak Disarankan Satgas COVID-19

Kintan Lestari,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Lagi Hits, Strap Masker Ternyata Tak Disarankan Satgas COVID-19
Image: Ilustrasi strap mask. (Freepik)

Jakarta - Guna mencegah penyebaran COVID-19, masker jadi barang yang wajib dipakai. Mulanya semua orang memakai masker sesuai anjuran, namun lama-kelamaan masker jadi style baru.

Bermunculan beragam motif dan inovasi di masker, salah satunya strap masker atau tali masker. Strap masker mempermudah orang melepas masker dengan menggantungkan saja di leher, terutama saat makan.

Namun style satu ini ternyata tidak dianjurkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, menyebut style strap mask berpotensi menularkan virus corona karena masker mengenai pakaian yang dikenakan.

”Kalau kita turunkan pakai pengait itu sampai ke bawah, itu akan kena ke hijab, ke baju. Bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain kecuali dengan bagian tubuh,” kata Alex.

Alex menyebut strap mask membuat bagian dalam masker yang harusnya tertutup jadi terekspos ke area luar. Sehingga bagian dalam itu yang sudah terpapar virus atau bakteri akan dipakai lagi menutup mulut dan hidung. 

Ditambah lagi saat hendak memakai masker, tangan yang sudah menyentuh bagian luar masker akan menyentuh bagian dalam masker. Itulah yang bikin pemakaian masker dengan tali masker berpotensi menularkan virus corona.

”Apalagi jika tangan kita menyentuh bagian luar kemudian menyentuh lagi bagian dalam. Naik turunnya masker itu yang kita khawatirkan terlebih jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker,” tutup Alex.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait