beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

LPEM FEB UI: Kartu Prakerja Dapat Pengaruhi Kondisi Kesehatan Mental

Shelly Lisdya,
sekitar 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
LPEM FEB UI: Kartu Prakerja Dapat Pengaruhi Kondisi Kesehatan Mental
Image: Ilustrasi Kartu Prakerja. (ANTARA)

Jakarta - Pemerintah telah mencanangkan program Kartu Prakerja sejak awal 2020 lalu. Awalnya, program ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi kerja target sasaran yang berusia 18 tahun ke atas. 

Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan Kartu Prakerja diprioritaskan untuk para pekerja atau pelaku usaha mikro yang terdampak. Hal tersebut kemudian menjadi bahan penelitian oleh Chairina Hanum Siregar dan M Rifqi Aufari dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Penelitian ini mendeskripsikan dampak program Kartu Prakerja terhadap kondisi kesehatan mental masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Penelitian ini dengan menggunakan data survei terhadap empat ribu responden dari seluruh Indonesia pada Agustus hingga September 2020. 

Sedangkan pertanyaan yang diajukan kepada responden dalam survei tersebut mengenai dampak pandemi COVID-19 terhadap kondisi sosial ekonomi, termasuk perubahan pendapatan, kondisi kesehatan mental, dan Kartu Prakerja. Kondisi kesehatan mental dilihat melalui penilaian mandiri responden terhadap perubahan empat emosi dasar, yaitu kebahagiaan, kesedihan, kecemasan, dan amarah.

“Kondisi kesehatan mental seseorang menjadi lebih buruk akibat pandemi COVID-19, bisa dilihat dari penurunan rasa bahagia, peningkatan rasa cemas, sedih, dan marah. Hal ini tidak hanya karena kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan namun juga beberapa kebijakan terkait pandemi COVID-19 seperti pembatasan sosial,” kata Hanum.

Untuk mengurangi dampak kehilangan pekerjaan dan penurunan pendapatan, pemerintah memprioritaskan pelaksanaan program Prakerja untuk pekerja maupun pelaku usaha mikro. Hasil riset yang dilakukan membuktikan bahwa program Prakerja dapat menurunkan tingkat kecemasan, rasa amarah, dan rasa sedih.

“Dapat disimpulkan bahwa Kartu Prakerja tidak hanya membantu meningkatkan skill seseorang, namun juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental akibat pandemi,” ujar Hanum.

Ke depan, LPEM FEB UI akan terus mengembangkan studi tersebut mengingat beberapa tantangan yang dihadapi dalam studi saat ini. Survei dalam penelitian tersebut dilakukan pada awal pandemi, di mana pada saat itu Kartu Prakerja baru diimplementasikan dan masyarakat masih beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, sehingga memungkinkan adanya perbedaan dengan kondisi saat ini. LPEM FEB UI saat ini sedang kembali melakukan survei baru yang direncanakan selesai pada akhir Juni 2021.

Selain itu, tim peneliti juga menggunakan indikator kesehatan mental yang lebih kompleks agar kesehatan mental dapat didefinisikan lebih dalam lagi. 

“Studi ini akan lebih menarik jika menggunakan indikator kesehatan mental yang lebih luas lagi, kami akan mengeksplorasi kembali studi ini karena kebetulan saat ini kami sedang melakukan follow up survei, dan kami menggunakan indikator yang lebih kompleks lagi. Jadi tidak hanya basic emotion saja,” pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait