Hot News

Surabaya - Peristiwa bentak-membentak yang dilakukan para mahasiswa senior dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar virtual lewat zoom masih jadi sorotan.

Kali ini bukan hanya aksi bentak-membentak oleh para senior yang menuai komentar netizen, namun juga permintaan maaf yang dilontarkan oleh para mahasiswa baru (maba) lewat Twitter satu ini nih.

"Halo mohon maaf saya sbg peserta pkkmb fip unesa, saya ingin memberitahu teman" semua bahwa yg dilakukan kating" saya itu hanya sebagai didikan dan saya dan teman" pun tdk keberatan mendapatkan hukuman jika memang bersalah. Tolong jgn hujat, karena itu mmg tugas mereka sbg komdis," tulis akun Twitter @aurlsbwyns, Senin (14/9/2020) malam, membalas cuitan seorang netizen yang ikut memviralkan video tersebut.

 

Anehnya, usai cuitan Aurellia ini viral, mulai bermunculan tweet serupa dari akun-akun lain yang diduga juga merupakan salah satu mahasiswa baru di FIP Unesa yang ikut kegiatan PKKMB virtual beberapa waktu lalu.

Saat tim Urbanasia mencoba menelusuri, ada ratusan 'permintaan maaf maba' atas kelakuan sang senior dalam kegiatan PKKMB FIP Unesa, 9 September 2020 lalu yang ditulis sama persis.

Melihat hal ini, netizen pun kembali dibuat geram. Bahkan sampai ada yang menduga hal ini merupakan skenario yang telah dibuat oleh para senior untuk mengancam para maba loh.

"Ayolah dek jgn mau turut serta dalam melanggengkan kesenioritasan. Mendidik bukan seperti itu, perpeloncoan itu produk kuno yang harus dimusnahkan. Heran aja ini pembelaannya rata2 kok sama yaa kalimatnya (aneh). Seperti sudah dikendalikan sesuai skenario," kata @khoirunnisaamk membalas salah satu cuitan'permintaan maaf' itu di Twitter.

Bahkan saking sama persis kata-kata yang digunakan para maba untuk mengklarifikasi video viral itu, ada juga netizen yang sampai dibuat keheranan.

"Gue bingung skrg bedain mana yg bukan template. terimakasi unesa, berkat viralmu kami banjir template," cuit @tuanmudamalpi.

Sementara itu, tak seperti para maba yang kompak membela sang senior, hingga saat ini belum ada klarifikasi ataupun permintaan maaf secara resmi dari pihak BEM FIP Unesa maupun panitia PKKMB FIP Unesa. 

Meski demikian, pihak Unesa sendiri menyatakan telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan, baik para panitia dan juga maba yang terlibat dalam PKKMB FIP Unesa.

Pihak universitas pun berjanji akan memyelesaikan masalah dengan cara kekeluargaan.


Loading ..