MAFINDO Sempat Klarifikasi Pesan Hoax COVID-19 Atas Namakan Indro Cahyono

Jakarta – Pernyataan dokter hewan (drh) Mohammad Indro Cahyono soal virus corona penyebab coronavirus disease (COVID-19) bersama artis Luna Maya yang belakangan viral karena dinilai menyesatkan ternyata mirip dengan sebuah pesan berantai yang dinyatakan hoax oleh Masyarakat Anti Fitnah (MAFINDO).
Melalui akun twitter @TurnBackHoax pada 12 April lalu, MAFINDO mengklarifikasi sebuah pesan berantai yang beredar di masyarakat dengan judul “Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono”.
“Informasi mengenai literasi COVID-19 yang dikeluarkan oleh drh. Moh. Indro Cahyono adalah tidak benar. Indro Cahyono sendiri membatah telah mengeluarkan informasi tersebut, selain itu Indro Cahyono juga telah membuat revisi isi terhadap informasi tersebut di akun facebook nya yang diunggah pada 31 Maret 2020,” tulis MAFINDO dalam laman resminya merupakan hasil pemeriksaan fakta oleh Indri Indri Pramesti Widyaningrum, Anggota Komisariat MAFINDO Gunadarma.
Dalam pesan berantai yang beredar tersebut, disebutkan bahwa Indro Cahyono merupakan ahli virus dan tidak tertulis gelar semestinya yakni drh.

Klarifikasi hoax dari MAFINDO soal literasi COVID-19 atas nama Indro Cahyono. (Screenshot turnbackhoax.id)
Di dalamnya disebutkan 9 poin mengenai “fakta” COVID-19. Meski telah dibantah dan direvisi oleh xrh Indro Cahyono pada 31 Maret 2020, beberapa poin di antaranya mirip dengan pernyataan yang diungkapkan dalam video bincang-bincang bersama Luna Maya tersebut.
“Pesan berantai poin 4: Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor,” tulis MAFINDO dalam keterangannya.
“Revisi dari Indro: Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh. Jika memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor, sebaiknya berkonsultasi ke dokter,” lanjutnya.
“Pesan berantai poin 5: …….Antibodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa stres, bagi yang sudah positif, cukup mengonsumsi vitamin dan antibiotik. Jangan ke RS yang sudah ditentukan karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah,” tulis MAFINDO.
“Revisi dari Indro: Bagi manusia yang ketahanan tubuhnya normal dan kemudian dinyatakan positif, dapat melakukan treatment (perlakuan) mandiri di rumah dengan cukup beristirahat, konsumsi vitamin E dan C dan madu, karena dengan asupan vitamin yang bagus, maka produksi antibodi bisa meningkat 2-3 kali lipat dari standard. Antibodi pada hari ke-7 akan diprodukai tubuh untuk menetralkan virus dan mencapai puncaknya pada hari 14. Jangan panik dan stress karena stress akan menekan siatem kekebalan kita. RS sebaiknya dikhususkan untuk kelompok risiko tinggi (lansia, pasien dengan komplikasi penyakit dan gangguan pernafasan kronis) sehingga RS tidak terlalu penuh dan membuat para pejuang kesehatan menjadi kerepotan dan kelelahan,” imbuhnya.
MAFINDO juga menyebut bahwa drh. Moh. Indro Cahyono juga mengatakan bahwa ada beberapa informasi yang benar dalam informasi tersebut namun kebanyakan informasinya dipelintir sehingga dapat menimbulkan polemik.
