Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Mahasiswi Asal Mojokerto Ditemukan Tewas di Makam Sang Ayah, Diduga Depresi

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mahasiswi Asal Mojokerto Ditemukan Tewas di Makam Sang Ayah, Diduga Depresi
Image: ilustrasi (Pinterest/Dreamstime Stock Photos)

Mojokerto - Seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang tewas di samping pusara sang ayah di tempat pemakaman Islam Desa Japan, Kamis (2/12/2021).

Korban yang diketahui bernama Novia Widyasari Rahayu (23) ini merupakan warga Perum Japan Asri, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Korban pertama kali ditemukan oleh Sugito, salah seorang juru kunci makam. Menurut informasi dari Sugito, korban awalnya datang berziarah ke makam sang ayah sekitar pukul 15.00 WIB. Namun sekitar pukul 15.30 WIB, korban sudah ditemukan tergeletak di sebelah makam sang ayah. 

Korban diduga mengakhiri hidupnya karena depresi usai ditinggal pergi sang ayah dan tengah ada masalah dalam percintaan.

Berdasarkan laporan sementara, ia tewas usai minum racun. Sebab, di lokasi kejadian ditemukan cairan dengan bau menyengat dalam botol plastik yang tertindih tubuh korban.

Kabar itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Sooko AKP Shohibul Yakin. Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan adanya warga yang ditemukan meninggal dunia bunuh diri di makam tersebut.

"Ya ada laporan warga, ditemukan sudah meninggal," kata Shohibul kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

"Indikasinya korban depresi hingga bunuh diri. Lokasinya di makam ayahnya," imbuhnya.

Shohibul pun mengatakan bahwa korban meninggal dunia usai menenggak racun yang ada di dalam botol plastik. Namun hingga saat ini Shohibul mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jenis racun yang diminum korban.

"Minuman di botol racun, namun jenisnya (racun) apa itu yang masih kami selidiki,” jelasnya.

Hasil visum luar petugas tidak ditemukan indikasi keracunan seperti busa di bagian mulut korban. Namun keluarga korban menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Tidak ada busa di mulut dan luka di tubuh korban. Orang tua sudah menerima kondisi, dan tidak berkenan untuk diotopsi," pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait