Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Marak Penipuan, Ini Tips Aman Pakai Aplikasi Kencan

Afid Ahman,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Marak Penipuan, Ini Tips Aman Pakai Aplikasi Kencan
Image: Ilustrasi aplikasi kencan. (Pixabay/amrothman)

Jakarta - Banyak orang telah menggunakan aplikasi kencan online. Tetapi alih-alih menemukan cinta, banyak dari mereka justru menemukan para scammers yang mencoba menipu mereka untuk memberikan sejumlah uang. 

Scammers memiliki ketertarikan tertentu pada layanan kencan karena mereka tahu bahwa orang-orang di platform tersebut bertujuan mencari koneksi pribadi dan memanfaatkan kesempatan tersebut.

Dari semua jenis bahaya yang berbeda pada aplikasi kencan, pengguna paling sering berhadapan dengan catfishing (menipu dengan berpura-pura memiliki ketertarikan terhadap seseorang) (51%), tautan atau lampiran berbahaya (21%) hingga pencurian identitas (17%).

Mereka yang terhindar dari serangan diantaranya; berhasil mengidentifikasi penipu dengan profil mencurigakan dan tampak palsu (50%); sangat berhati-hati dan tidak pernah mengirim uang ke platform aplikasi kencan (49%); atau memperhatikan dengan seksama pesan yang mencurigakan (47%). Hampir seperlima (21%) responden juga muncul kecurigaan ketika scammer menolak untuk melakukan panggilan video.

Kurangnya privasi juga merupakan masalah serius dalam sebuah aplikasi kencan. Sebanyak 26% responden khawatir data pribadi mereka akan beredar secara online karena menggunakan aplikasi tersebut. Selain itu, 19% pengguna menghapus layanan kencan online karena ingin menjaga informasi pribadi mereka lebih aman.

David Jacoby, peneliti keamanan di Kaspersky mengatakan berkencan online dapat dianggap sebagai petualangan yang berisiko, karena pada awal perkenalan kamu tidak mengetahui informasi apapun tentang satu sama lain. Namun, dengan selalu memperhatikan beberapa tanda bahaya dapat membantu kamu tetap waspada dan mengawasi perilaku digital teman online. 

“Jika mereka meminta sejumlah uang atau detail pribadi pada hari pertama atau kedua kencan online, lebih baik pertimbangkan apakah komunikasi tersebut layak untuk dilanjutkan. Selain itu, menerapkan langkah keamanan dasar dapat menjadi cara yang berguna untuk menjaga pengalaman kencan online Anda tetap aman dan menyenangkan,” ujarnya.

Ditambahkan David, siapa pun yang menjelajah ke dalam aplikasi kencan, pada prinsipnya telah bersedia membuka dan mengungkapkan informasi pribadi hingga batas tertentu. Bagaimanapun, untuk mengenal satu sama lain membutuhkan kesediaan untuk berbagi detail tentang diri kamu. 

Namun di saat keterbukaan ini diiringi dengan kurangnya rasa waspada sehingga membuat kamu tidak berdaya, dan berhasil di eksploitasi oleh para penipu online, maka ini akan menimbulkan risiko besar lainnya. 

Dalam pertemuan analog sebaiknya kita dapat berusaha mengenali apakah seseorang memiliki niat baik atau buruk. Tapi ini mungkin juga masih dapat menimbulkan celah, karena scammer berpengalaman bisa menyamar dengan sangat baik.

“Teknologi baru memainkan peran ambivalen. Di satu sisi, ini adalah media pilihan, dan banyak orang sekarang tahu bagaimana melindungi diri mereka. Di sisi lain, orang juga menyadari bahwa terdapat banyak cara (canggih) untuk menyalahgunakannya. Untuk melindungi diri sendiri, kamu perlu mengenali apa yang diincar para penipu online. Uang? Data? Identitas? Atau apakah orang tersebut ingin menguntit atau melakukan pemerasan kepada Anda secara emosional?" jelas David. 

“Dalam situasi seperti saat ini, Anda juga harus mempertanyakan diri sendiri, mengapa informasi ini penting bagi orang lain? Apakah mereka menanyakan tentang situasi keuangan Anda, kesehatan, peristiwa penting baru-baru ini, posisi di perusahaan, permintaan foto tidak pantas, permintaan untuk menghubungkan dengan teman, informasi rahasia, dan masih banyak lagi. Diperlukan kehati-hatian yang besar dan jika ini diikuti perasaan tidak nyaman yang berkelanjutan, hubungan tersebut harus segera diakhiri,” timpal terapis Birgitt Hölzel dan Stefan Ruzas dari Munich practice Liebling +Schatz.

Untuk membantu kamu menghindari scammer saat berkencan online, Kaspersky menyarankan untuk:

- Memeriksa kembali pengaturan privasi di seluruh akun media sosial serta aplikasi kencan untuk memastikan informasi sensitif, seperti alamat rumah atau tempat kerja kamu, tidak dipublikasikan.

- Mengurangi risiko doxing dengan melakukan sedikit pemeriksaan seksama. Cobalah melakukan pencarian Google tentang diri kamu. Carilah informasi tentang diri sendiri dan lihat apa yang kamu temukan. Kemungkinan kamu dapat terkejut dengan apa yang ditampilkan.

- Gunakan solusi keamanan efektif yang menawarkan perlindungan tingkat lanjut di beberapa perangkat. Kaspersky Security Cloud dapat membantu mengelola aplikasi kamu dan menghapus izin jika tidak diperlukan, serta melindungi dari phising dan ancaman lainnya.

- Jangan bagikan nomor telepon kamu atau tautan aplikasi perpesanan. Lebih aman menggunakan platform pesan bawaan pada aplikasi kencan, hingga kamu yakin dapat bahwa orang tersebut dapat dipercaya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait