Hot News

Jakarta - Ketika hari bahagia sudah di depan mata, pastinya kamu dan pacar sangat bersemangat menyambutnya, kan? Kalian pun bakal langsung membayangkan momen-momen indah mengikat janji, memulai hari-hari bersama, hingga menghabiskan sisa hidup berdua.

Ngelamunin hal itu, dijamin kamu bakal senyam-senyum sendiri sambil dalam hati bilang ‘awwww..so sweeeettt….’ Eitss.. mabuk asmara boleh aja, tapi kamu dan pasangan mesti siap juga menghadapi kenyataan pernikahan, guys.

Jadi, sebelum kalian melangkahkan diri ke hadapan penghulu, ketahui dulu beberapa fakta seputar pernikahan berikut ini.

Masa Bulan Madu Bakal Berakhir

1602990525-fakta-pernikahan2.jpgSumber: Freepik

Sesudah melangsungkan pernikahan, masa indah pertama yang bakal kalian lewati adalah masa bulan madu. Masa bulan madu ini nggak cuma ketika kamu dan pasangan berlibur berdua, ya? Pada bulan-bulan pertama sesudah menikah, semua bakal terasa indah dan nyaman. Dengkuran suami terdengar seperti nyanyian, masakan istri terasa seperti makanan restoran, dan tinggal di rumah seperti berdiam di istana.

Sayangnya, itu semua akan berakhir, guys. Saat kamu dan pasangan mulai kembali ‘berpijak ke bumi’, semua bakal terlihat biasa lagi. Ada kalanya kamu merasa jengkel karena suara dengkuran suami, males makan di rumah karena menunya itu-itu aja, hingga penat melihat rumah yang berantakan karena kalian sama-sama capek untuk membersihkan rumah.


Pertengkaran Akan Terasa Lebih Intens

1602990532-fakta-pernikahan5.jpgSumber: Freepik

Saat masih pacaran, kalian bisa saling mendiamkan dan males ketemuan kalau marahan. Tapi, sesudah menikah, hal itu nggak akan bisa dilakukan lagi. Semarah apapun pada pasangan, kalian bakal saling ketemu dan nggak bisa melarikan diri dari situasi.

Ini akan membuat pertengkaran dan konflik kalian terasa lebih intens. Jika salah satu dari kalian nggak bisa menahan emosi dan meredam kemarahan, konflik bakal cepat menjadi lebih serius.


Kompromi adalah Segalanya

1602990553-fakta-pernikahan4.jpgSumber: Freepik

Meski udah cinta mati sama pasangan, kalau kalian nggak mau berkompromi, masalah nggak bakal bisa selesai, guys. Dalam berkompromi ini, nggak cuma salah satu harus mengalah, tapi juga mesti ada pengorbanan, dan kerelaan untuk membahagiakan pasangan. Proses ini sangat tidak mudah, guys. Kamu dan pasangan dituntut untuk terus lebih banyak memberi daripada menerima.

Win the War, Not the Battle

1602990569-fakta-pernikahan3.jpgSumber: Freepik

Saat kamu lagi bertengkar hebat, kemenangan dalam berargumen jadi nggak penting lagi. Kamu dan pasangan mesti bisa mengubah mindset kalian untuk ‘Menang dalam perang, bukan dalam pertempuran.’

Maksudnya, meski kamu menang dalam argumen itu tapi pasangan kamu jadi benci atau dendam sama kamu, itu sama artinya dengan kamu kalah dalam perang. Pihak yang disebut sebagai pemenang adalah yang bisa membuat pasangannya tetap mencintainya dan menjaga pernikahan tetap utuh.


Kamu Nggak Bisa Mengubah Orang Lain

1602990569-fakta-pernikahan3.jpgSumber: Freepik

Sesudah mengetahui semua sifat asli pasangan, kamu bakal terobsesi untuk menjadikan dia sebagai pasangan yang sempurna di matamu. Lalu, kamu pun akan berusaha untuk mengubah dia menjadi sosok idealmu. That’s not going to happen, guys.

Karakter pasanganmu sudah terbentuk selama bertahun-tahun dan tidak akan dengan mudah berubah ‘hanya’ karena dia menikah sama kamu. Kamu mesti belajar untuk menerima pasangan apa adanya, karena perubahan hanya bisa terjadi kalau muncul keinginan dari dirinya sendiri.

Anak akan Mengubah Hubungan Kamu dan Pasangan

1602990544-fakta-pernikahan7.jpgSumber: Freepik

Saat kamu dan pasangan memutuskan untuk memiliki keturunan, sadarilah bahwa kehadiran anak akan mengubah dinamika hubungan kamu dan pasangan. Perhatian kamu akan lebih terfokus pada anak, sehingga tak jarang hal itu membuat kedekatan emosional kamu dan pasangan akan berubah.

Belum lagi kesibukan mengurus anak, pekerjaan, dan rumah tangga. Kondisi ini tak jarang membuat banyak pasangan jadi kehilangan kemesraan. Meski begitu, anak adalah anugerah yang tak terhingga. Kehadiran anak nggak cuma akan berpengaruh pada hubungan kamu, tapi di sisi lain, juga bakal menambah kebahagiaan dan ikatan batin antara kamu dan pasangan.

So, udah siap untuk menikah?

 


Loading ..