URstyle

Mengenal Kebiri Kimia, PP Pelaku Kekerasan Seksual Anak yang Diteken Jokowi

Eronika Dwi, Senin, 4 Januari 2021 12.01 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenal Kebiri Kimia, PP Pelaku Kekerasan Seksual Anak yang Diteken Jokowi
Image: Ilustrasi Kebiri Kimia. (istockphoto)

Jakarta - Kebiri kimia tengah diperbincangkan usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020.

PP tersebut mengatur tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitas dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Tertuang pada Pasal 2 ayat 1 di PP tersebut, pelaku persetubuhan terhadap anak yang telah memiliki kekuatan hukum tetap bisa dikenakan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, dan rehabilitasi.

Lalu, apa sih kebiri kimia itu?

Melansir The Sun, Senin (4/1/2021), kebiri kimia atau chemical castration adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menekan dan menghentikan dorongan seksual datang kembali.

Kebiri kimia menggunakan obat-obatan anafrodisiak untuk menurunkan hasrat seksual dan libido, dalam jangka waktu minimal tiga sampai lima tahun.

Cara ini telah diujicobakan di Swedia, Denmark dan Kanada, dengan bukti dari Skandinavia yang berhasil menekan kasus predator seksual dari 40 persen menjadi 5 persen.

Kebiri kimia tidak seperti pengebirian bedah yang melibatkan pengangkatan alat kelamin dan sterilisasi dalam perawatan secara terus menerus.

Umumnya, kebiri kimiawi dilakukan dengan cara menyuntikkan obat setiap tiga bulan sekali, dan beberapa obat yang disuntikkan selama setahun.

Leuprorelin adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi kesulitan dalam mengendalikan gairah seksual, fantasi atau dorongan seksual yang mengganggu, sadisme atau kecenderungan seksual berbahaya lainnya.

Obat lain yang digunakan dalam kebiri kimia adalah medroksiprogesteron asetat, siproteron asetat, dan Luteinizing Hormone-Releasing Hormon (LHRH) sebagai obat untuk mengurangi testosteron dan estradiol.

Bahkan pada pria, estrogen memainkan peran penting dalam pertumbuhan tulang, fungsi otak, dan proses kardiovaskular.

Tak hanya menurunkan hasrat seksual, efek samping dari kebiri kimia pada pria juga termasuk osteoporosis, penyakit kardiovaskular, depresi, hot flashes dan anemia.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait