menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Mengenang Sosok dan Perjalanan Dakwah Syekh Ali Jaber

Griska Laras,
4 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenang Sosok dan Perjalanan Dakwah Syekh Ali Jaber
Image: Syekh Ali Jaber. (bengkaliskab.go.id)

Jakarta - Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi, Jakarta, Kamis (14/1/2021) pagi. Pendakwah asal Madinah itu wafat dalam usia 45 tahun.

Saat ini, belum diketahui penyebab kematian Syekh Ali Jaber. Namun sebelumnya, dia sempat dirawat di rumah sakit karena terpapar virus corona pada 29 Desember 2020.

Kepergian Syekh Ali tentunya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan sahabat, tak terkecuali para jemaatnya yang cukup banyak di Indonesia.

Di media sosial Twitter, ucapan belasungkawa berdatangan dari warganet hingga membuat namanya trending.

Lalu seperti apa sosok dan perjalanan dakwah Syekh Ali Jaber di Indonesia?

1610599508-syekh-ali-jaber.JPGSumber: Syekh Ali Jaber saat bersama seorang anak penyandang disabilitas. (Facebook Syekh Ali Jaber)

Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang akrab disapa Syekh Ali Jaber lahir di Madinah pada 3 Februari 1976. Dia anak pertama dari 12 bersaudara.

Syekh Ali Jaber mendapat bimbingan agama dari ayahnya sejak kecil. Di usia 10 tahun, dia telah menghafal 30 Juz Al Quran dan ditunjuk menjadi imam di salah satu masjid di Madinah pada usia 13 tahun.

Setelah lulus sekolah menengah, Syekh Ali Jaber mendalami ilmu tafsir Al Quran kepada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Beberapa ulama yang menjadi gurunya di anataranya, Syekh Khalil Abdurahman (seorang ulama ahlul Quran di Kota Madinah), Syekh Said Adam (Ketua Pengurus Makam Rasulullah),  Syeikh Khalilul Rahman (Ulama Alquran di Madinah dan Ahli Qiraat), dan  Syeikh Abdul Bari’as Subaity (Imam Masjid Nabawi dan Masjidil Haram).

1609839281-Syekh-Ali-Jaber.jpegSumber: Syekh Ali Jaber (@yayasan.syekhalijaber/Instagram)

Pada tahun 2008, Syekh Ali Jaber terbang ke Indonesia, tepatnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sana dia menjadi guru tahfidz Quran dan imam salat di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara.

Kehadiran Syekh Ali Jaber ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Perjalanannya menyebarkan syiar Islam berlanjut saat diminta menjadi Imam salat tarawih di Masjid Sunda Kelapa Jakarta.

Sejak saat itu, nama Syekh Ali Jaber makin dikenal di Indonesia. Dia bahkan ditunjuk menjadi juri program Hafiz Quran dan sering mengisi kajian di berbagai stasiun televisi nasional.

1600049702-syekh-ALi-Jaber.jpgSumber: Syekh Ali Jaber (Syekh Ali Jaber/YouTube)

Syekh Ali Jaber mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas ketulusannya berdakwah pada 2011. Setahun kemudian, dia mendapat kewarganegaraan Indonesia.  

Popularitas Syekh Ali Jaber sebagai pendakwah terus memuncak. Hingga di tahun 2016, dia diminta membintangi sebuah film berjudul 'Surga Menanti'.

Meski sudah tenar dan kerap disandingkan dengan ulama besar lainnya, Syekh Ali Jaber masih berkeliling menjadi imam dan memberikan kajian di masjid-masjid kecil di pelosok Indonesia.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait