menu
user

Genoa - Inter Milan harus rela rentetan kemenangan beruntunnya berhenti usai takluk dari Sampdoria. Hasil ini membuat Nerazzurri gagal mengudeta AC Milan dari puncak klasemen. Duh!

Inter berupaya memberikan tekanan kepada Milan saat menyambangi Luigi Ferraris, Rabu (6/1/2021) malam WIB, menghadapi Sampdoria. Mumpung tak terkalahkan dalam tiga tahun terakhir dari Sampdoria, Inter pun diunggulkan menang.

Menurunkan Alexis Sanchez dan Lautaro Martinez di lini serang, Inter coba mengistiratkan dulu Romelu Lukaku yang mendapat cedera di laga sebelumnya. Bermain menyerang sejak menit awal, Inter mendapat penalti di menit ke-12.

Sayangnya, eksekusi penalti Sanchez mampu digagalkan Emiliano Audero dan bola rebound gagal dikonversi jadi gol oleh Ashley Young. Hal itu membuat Sampdoria bersemangat dan balik menekan pertahanan Inter.

Hasilnya, Sampdoria gantian mendapat penalti pada menit ke-22 usai Nicolo Barella melakukan handball. Antonio Candreva yang dipinjam dari Inter berhasil mengonversinya jad gol.

Alih-alih menyamakan skor, Inter malah kebobolan lagi pada menit ke-38, kembali mantan pemainnya yang jadi biang keladi. Kali ini giliran Keita Balde yang merobek jala Samir Handanovic usai menyontek umpan silang rekannya.

Tertinggal dua gol, Inter berupaya bangkit di babak kedua dan terus menekan pertahanan Sampdoria. Lukaku dan Christian Eriksen sampai dimainkan, tapi upaya itu sia-sia.

Sebab Inter cuma bisa mencetak satu gol hiburan lewat tandukan Stefan de Vrij pada menit ke-65 meneruskan umpan korner Marcelo Brozovic. Inter pun menelan kekalahan pertamanya dari 11 pertandingan terakhir.

Bahkan rentetan delapan kemenangan beruntun akhirnya berhenti dan gagal merebut puncak klasemen karena tertahan di posisi kedua klasemen dengan  36 poin dari 16 laga, selisih satu poin dari Milan yang kalah dari Juventus beberapa jam setelahnya.

Lebih menyakitkan untuk Inter adalah biang keladi kekalahan ini adalah dua mantan pemainnya, Candreva dan Keita Balde.

Komentar
paper plane