Jakarta - Film James Bond ke-25, No Time to Die' beberapa kali mengundur jadwal rilisnya lantaran bioskop masih belum buka.

Dari yang mulanya dijadwalkan debut April lalu, kini film terakhir Daniel Craig sebagai James Bond itu akan debut di bioskop seluruh dunia pada 2 April 2021.

Diwartakan Variety, pengunduran itu membuat MGM merugi US$ 30 juta hingga US$ 50 juta (sekitar Rp 439-732 miliar). 

Masih tutupnya bioskop membuat beberapa studio memutuskan menjual filmnya ke platform layanan streaming dan meraup puluhan juta, di antaranya Paramount dan Sony yang menjual film 'Greyhound', 'Coming 2 America', dan 'Without Remorse' ke layanan streaming.

Platform streaming seperti Apple, Netflix, dan yang lainnya kini berebut memperoleh 'No Time to Die'. Namun pihak studio kukuh akan menayangkan film James Bond di bioskop.

"Kami tidak mengomentari rumor. Film ini tidak untuk dijual. Rilis film telah ditunda hingga April 2021 untuk melestarikan pengalaman nonton di teater bagi penonton bioskop, "kata juru bicara MGM seperti dikutip Variety, Sabtu (24/10/2020).

Meski demikian, beberapa orang dalam di studio dan perusahaan saingan mengatakan bahwa kemungkinan penjualan obligasi dieksplorasi secara terbuka. 

Mereka percaya MGM setidaknya terbuka untuk kemungkinan menjual 'No Time to Die' dengan harga yang sangat besar.

MGM dikatakan sedang mencari kesepakatan sekitar US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,7 triliun untuk film James Bond ke-25 itu. 

Pihak insider menyatakan penjualan tersebut akan dipimpin secara eksklusif oleh Kevin Ulrich, ketua dan CEO pemilik mayoritas MGM, Anchorage Capital Group.

Memindahkan 'No Time to Die' ke layanan streaming menimbulkan beberapa tantangan logistik. Itu karena perlu persetujuan dari pihak-pihak yang terlibat.

Pasalnya biaya produksi film ini lebih dari US$ 250 juta (sekitar Rp 3,6 triliun) dan telah menjalin beberapa kemitraan promosi dengan brand ternama untuk membantu membiayai biaya tersebut, di antaranya Land Rover, jam tangan Omega, dan Heineken. 

Belum lagi persetujuan dari Universal Pictures selaku pemegang hak distribusi resmi film serta perusahaan Eon.

 

Komentar
paper plane