beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan

Urbanasia, Rabu, 1 Februari 2023 14.10 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
Image: Reruntuhan masjid akibat serangan bom bunuh diri di Peshawar, Pakistan. (ANTARA)

Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid yang berada di Kota Peshawar, Pakistan. 

“Tidak ada korban WNI dalam serangan bom bunuh diri di Peshawar,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha melansir Antara, Rabu (1/2/2023).

Diketahui, serangan bom bunuh diri terjadi pada Senin, 30 Januari lalu. Ledakan ini terjadi di masjid yang berada Kawasan Police Lines dan menewaskan 100 orang, dengan 97 di antaranya polisi. 

Selain itu, sebanyak 170 orang terluka akibat serangan bom tersebut. Lantai atas masjid tampak hancur akibat bom yang meledak saat shalat Zuhur itu. 

Kepala Kepolisian Peshawar, Mohammad Aijaz Khan mengatakan, pihaknya menduga ledakan tersebut merupakan bom bunuh diri. Hal ini juga disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

“Pembunuhan brutal terhadap Muslim yang sedang bersujud di hadapan Allah sangat bertentangan dengan Al Quran. Menyerang masjid adalah bukti teroris tidak ada hubungan dengan Islam,” kata Sharrif mengutip CNN, Selasa (31/1/2023).

Hingga saat ini belum diketahui siapa dalang di balik serangan bom bunuh diri ini. Juru bicara Taliban Pakistan yang dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban (TTP), Muhammad Khorasani membantah pihaknya sebagai dalang serangan.

Dalam pernyataannya, Khorasani hanya menegaskan bahwa serangan di masjid, madrasah, atau tempat suci lainnya merupakan sebuah pelanggaran.

Namun, Khorasani tidak mengomentari pernyataan dua pejabat TTP sebelumnya, yang menyebut bahwa ledakan itu adalah ‘balas dendam’ atas kematian militan TTP bernama Khalid Korasani tahun lalu.

Saat ini pihak berwenang di Peshawar sedang melakukan melakukan investigasi terkait insiden itu.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait