Niat dan Tata Cara Mandi Junub

Jakarta - Mandi junub atau janabah adalah mandi yang diperuntukkan bagi seseorang yang dalam keadaan junub. Bagaimanakah niat dan tata caranya mandi junub?
Mandi junub disebut juga mandi wajib. Mandi junub ini dilakukan untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan dalam beberapa keadaan.
Dilansir dari NU Online (24/3/2022), seseorang wajib melakukan mandi junub setelah mengalami beberapa hal. Pertama, keluarnya air mani dari alat kelamin laki-laki atau perempuan, baik karena mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran. Kedua, jimak atau berhubungan seksual, meskipun tidak mengeluarkan mani.
Bukan hanya itu, haid, nifas dan melahirkan juga dapat disucikan dengan cara melakukan mandi junub.
Sesuai sebutannya, mandi junub hukumnya wajib. Ini penting dilakukan sebab akan berkaitan dengan ibadah-ibadah lainnya. Berikut niat dan tata cara mandi junub.
Sumber: Ilustrasi mandi air panas/Freepik: Torwal Studio.
Mandi junub sendiri terdiri dari dua rukun, yaitu:
1. Niat.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
2. Mengguyur seluruh bagian luar badan, tidak terkecuali rambut dan bulu-bulunya.
Bukan hanya rukun di atas yang wajib dilakukan, ada juga sunnah muakkad dengan keutamaan yang baik jika dilakukan dalam mandi junub. Seperti yang dijelaskan dengan cukup rinci oleh Imam al-Ghazali dalam Bidâyatul Hidâyah berikut ini:
- Ambil air lalu basuh tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali.
- Bersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.
- Berwudhu sebagaimana wudhu saat hendak shalat termasuk doa-doanya. Akhiri wudhu dengan menyiram kedua kaki.
- Mulailah mandi junub dengan mengguyur kepala sebanyak tiga kali, bersamaan dengan niat untuk menghilangkan hadats dari junub.
- Guyur bagian badan sebelah kanan kemudian kiri sebanyak tiga kali. Jangan lupa menggosok-gosok tubuh bagian depan maupun belakang sebanyak tiga kali dan menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya). Pastikan air mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan, jika memang tersentuh, maka berwudhulah lagi.
