URnews

Program CSR dan Kolaborasi Sosial Bawa Takeda Raih Silver Winner PRIA 2026

Urbanasia, Rabu, 18 Maret 2026 16.03 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Program CSR dan Kolaborasi Sosial Bawa Takeda Raih Silver Winner PRIA 2026
Image: Takeda memperoleh dua penghargaan Silver pada kategori Public Affairs: Stakeholder Management dan Public Relations: Community-Based Development. (Takeda)

Jakarta - Program tanggung jawab sosial dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan kembali membawa PT Takeda Innovative Medicines meraih penghargaan di ajang PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026. 

Tahun ini, Takeda memperoleh dua penghargaan Silver pada kategori Public Affairs: Stakeholder Management dan Public Relations: Community-Based Development.

Penghargaan tersebut diberikan atas pendekatan komunikasi yang dinilai konsisten membangun kemitraan strategis sekaligus menjalankan program berbasis masyarakat yang berkelanjutan. 

Capaian ini juga melanjutkan tren positif Takeda yang sudah tiga tahun berturut-turut mendapat pengakuan di ajang PRIA. Pada 2025, Takeda meraih Gold untuk Digital PR, sementara 2024 meraih Bronze untuk kategori Program Corporate PR. 

Pada kategori stakeholder management, Takeda dinilai berhasil menjaga kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi profesi, hingga mitra strategis, untuk mendukung berbagai prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia.

Sementara itu, penghargaan pada kategori community-based development diberikan melalui program Women at the Center (WAC) atau Perempuan Indonesia Hidup Tanpa Kekerasan (PIHAK). 

Program ini merupakan bagian dari inisiatif CSR global Takeda yang dijalankan di Indonesia bersama United Nations Population Fund (UNFPA) untuk memperkuat akses layanan bagi perempuan dan anak perempuan penyintas kekerasan.

Head of Public Affairs and Communications PT Takeda Innovative Medicines, Revi Renita, mengatakan penghargaan ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam menjalankan program yang berdampak bagi masyarakat.

“Pengakuan ini mencerminkan kerja sama yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung prioritas kesehatan dan program sosial di Indonesia,” ujarnya, Selasa (17/3/2026). 

Program PIHAK sendiri berfokus pada penguatan layanan pendampingan bagi penyintas kekerasan, termasuk peningkatan kapasitas penyedia layanan serta kolaborasi lintas sektor agar sistem perlindungan dapat berjalan lebih efektif.

Apresiasi juga datang dari UNFPA sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak perempuan.

“Program ini menunjukkan pentingnya kemitraan untuk memastikan penyintas mendapat dukungan yang aman dan berkualitas,” katanya.

Program WAC/PIHAK merupakan bagian dari inisiatif global Takeda dalam penguatan sistem kesehatan. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak 2023 dengan melibatkan kementerian, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lokal di sejumlah wilayah intervensi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait