beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Nonton Euro 2020, Pebalap F1 Ini Malah Dirampok

Rezki Maulana,
10 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Nonton Euro 2020, Pebalap F1 Ini Malah Dirampok
Image: Pebalap F1 McLaren Lando Norris kerampokan usai final Euro 2020 (Twitter @LandoNorris)

London - Pebalap McLaren Lando Norris sial betul saat mendukung Inggris di final Euro 2020. Sudah negaranya kalah, Norris kehilangan jam tangan mahalnya yang dirampok. Duh!

Norris memang tidak balapan pekan ini dan dia memanfaatkannya untuk menonton langsung Inggris yang melawan Italia di Wembley, Minggu (11/7/2021) malam waktu London.

Sayangnya dukungan Norris dan keluarganya tidak berbuah manis. Sebab, Norris harus melihat kekalahan Inggris dalam drama adu penalti dengan skor 2-3 dari Italia.

Inggris lagi-lagi harus membuat suporternya termasuk Norris terluka. Nah, Norris mengalami sial dua kali usai laga tersebut ketika dia mengalami perampokan saat berjalan keluar dari stadion menuju mobil McLaren GT miliknya.

Sekelompok orang menghampirinya dan merampas jam yang dikenakannya. Tak disebutkan memang merk jam tersebut, tapi Daily Mail menyebut jam Norris itu harganya mencapai 40 ribu pound atau sekitar Rp 806 juta!

Kabar ini dibenarkan oleh McLaren yang menyebut kondisi pebalap 21 tahun itu baik-baik saja. Tapi, Norris disebut sempat terguncang dengan kejadian nahas tersebut.

"McLaren Racing mengonfirmasi bahwa Lando Norris terlibat dalam insiden yang terjadi seusai laga final Euro 2020 di Wembley, dan jam tangan yang ia pakai dicuri," ujar pernyataan resmi McLaren.

"Untungnya, Lando baik-baik saja dan tak terluka, namun dia sempat terguncang. Tim memberi dukungan penuh kepada Lando dan yakin para pecinta balapan akan mendoakan kesuksesan untuknya di GP Inggris akhir pekan nanti."

"Hal ini menjadi masalah kepolisian sekarang dan kami tak bisa berkomentar lebih lanjut," tutup pernyataan tim Panah Perak itu.

Yang pasti kejadian Norris itu makin menambah pilu kekalahan Inggris. Apalagi sebelum pertandingan sudah terjadi kericuhan karena adanya segerombolan suporter tanpa tiket nekat menerobos masuk stadion yang dijaga ketat dan mengambil paksa tempat duduk.

Puluhan orang pun sudah ditangkap di luar stadion karena berbuat onar. Bahkan setelah laga final, beberapa oknum suporter juga turut merusak fasilitas umum.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait