Hot News

Jakarta - Perjalanan cinta memang nggak ada yang tahu arahnya akan ke mana dan membawa kita bertemu dengan siapa. Terkadang kita dipertemukan dengan orang yang sebelumnya pernah berjodoh dengan orang lain, namun gagal mempertahankan rumah tangga. Alhasil, dia single lagi atau menjadi single parent.

Tapi, yang namanya hati memang nggak bisa bohong. Cinta seringnya nggak memandang status, penampilan, atau latar belakang. Yang penting hati merasa klik dan cocok, ya jalan terus.

Jika kamu sedang mengalami hal yang sama, yaitu berhubungan dengan single parent dan berniat serius, ada beberapa hal yang mesti kamu pertimbangkan dulu, guys. Apa saja hal-hal tersebut? Simak ulasan berikut ini, ya?

Tugas dan Tanggung Jawab Sebagai Orang Tua

Ketika kamu akhirnya menikah dengan pacar, secara otomatis kamu akan langsung menjadi orang tua dari anaknya. Apalagi kalau anak itu menjadi tanggungan pacar kamu. Karena itu, kamu mesti mempersiapkan diri untuk menerima tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua, yaitu merawat, membesarkan, dan mendidik anak.

1595644011-tanggung-jawab.jpgSumber: Freepik

Kamu dan pacar perlu mendiskusikan sejauh mana peran masing-masing dalam kehidupan anak ini, karena masih ada pihak ke tiga, yaitu sang mantan. Kamu bisa dengan jujur dan terbuka untuk menyatakan tugas apa saja yang bersedia kamu lakukan dan tugas lain yang kamu nggak nyaman melakukannya. Pastikan bahwa kamu dan pacar sudah sepakat tentang hal ini, sebelum kalian menikah.

Kemampuanmu Mengurus Anak

Penting buat kamu untuk menilai kemampuan diri sendiri. Apakah kamu bisa bertanggung jawab dan memiliki kemampuan yang cukup untuk merawat dan membesarkan anak?

1595644019-mengurus-anak.jpgSumber: Freepik

Mengurus anak adalah tanggung jawab yang besar. Jadi, pastikan bahwa kamu sudah siap lahir dan batin.

Punya Waktu yang Fleksibel

Kalau kamu dan pacar sama-sama bekerja dan tidak mau melepaskan karir setelah menikah, kamu perlu mempertimbangkan seberapa fleksibel waktu kamu untuk anak. Mungkin kalian bisa menggunakan jasa nanny atau menitipkan anak pada orang tua.

1595644035-waktu-fleksibel.jpgSumber: Freepik

Namun, hal itu tidak akan selalu bisa dilakukan. Kamu mesti pastikan bahwa salah satu dari kalian akan bisa diandalkan untuk mengurus anak, saat ada situasi darurat dan tak ada orang lain yang bisa dimintai tolong.

Kesabaran

Mengurus dan membesarkan anak butuh kesabaran ekstra. Apakah kamu cukup sabar menghadapi masalah-masalah seperti rewel, nakal, tantrum, atau anak sakit? Belum lagi kalau anak sudah lebih dewasa.

1595644027-kesabaran.jpgSumber: Freepik

Masalah dengan kenakalan remaja hingga pergaulan tidak sehat, perlu kamu antisipasi. Selain itu, jika si anak ternyata kurang cocok dan tidak menyukaimu. Dapatkah kamu menghadapinya dengan penuh kesabaran?

Hubungan dengan Sang Mantan

Biar bagaimanapun juga, pasangan memiliki mantan suami atau istri yang akan selamanya ‘terikat’ karena urusan anak. Kamu perlu mempertimbangkan dapatkah kamu berperan sebagai partner dalam melakukan co-parenting dengan sang mantan?

1595644046-urusan-sama-mantan.jpgSumber: Freepik

Baik kamu, pasangan, dan sang mantan, akan memiliki opini masing-masing yang nggak selalu sejalan. Di sinilah kamu mesti pintar-pintar menempatkan diri dan berperan sesuai dengan porsimu, untuk mendukung kebaikan bagi si anak.

 


Loading ..