Jakarta - Tak terasa waktu berlalu sangat cepat. Buktinya hari ini (14/10/2020) sudah setahun sejak Sulli meninggal dunia.

Pemilik nama asli Choi Jin Ri tersebut ditemukan meninggal dunia gantung diri pada 14 Oktober 2019 di kediamannya.

Penyanyi berusia 25 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya akibat mengalami depresi berat karena sering menerima komentar jahat di media sosial.

Kabar tersebut tentu saja mengejutkan banyak orang mulai dari teman, rekan seagensi, fans, sampai netizen. Ucapan duka pun membanjiri akun Instagramnya saat itu.

Untuk memperingati setahun kepergian bintang kelahiran 1994 itu, penggemar pun ramai-ramai menyerukan #Remember_Sulli di Twitter.

1602650086-trending-sulli.jpgSumber: Fans peringati setahun kepergian Sulli dengan #Remember_sulli. (Twitter)

"to sulli, who went against all odds and stood up for the things she believed in, i've said it before, but i will always remember you as this kind of person-- strong, vibrant, brave. jinri-yah, i hope that wherever you are right now, you are happy and well," komentar seorang netizen.

"Thank you for making us.  We know you are doing very well there. Love you forever, Peach! We miss you!," kenang penggemar lainnya sambil menyertakan foto Sulli.

"let us remember her with so much love n pride, let us remember sulli for all her achievements #μ‚¬λž‘ν•˜λŠ”_μ§„λ¦¬μ—κ²Œ_λ³΅μˆ­μ΄κ°€ #Remember_sulli," kenang fans lainnya.

Beberapa hari setelah Sulli meninggal, anggota parlemen Korea Selatan mengajukan Rancangan Undang-Undang 'UU Sulli' untuk mengatasi hate speech di media sosial.

Pengajuan 'UU Sulli' ini diajukan karena maraknya komentar jahat di media sosial yang memakan korban jiwa, terutama para selebriti. Sayang RUU tersebut belum final.

Untuk mengenang sosoknya, stasiun televisi MBC menggarap film dokumenter tentangnya yang berjudul 'Why was Sulli Uncomfortable?'.

Film tersebut sebenarnya sudah tayang pada 10 September lalu. Sayangnya dokumenter tersebut menuai kontroversi sehingga dihapus oleh pihak MBC.

Komentar
paper plane