beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URedu

Peristiwa Bersejarah Hari Ini: Soekarno dan Hatta Diculik

William Ciputra,
16 Agustus 2022 12.09.31 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Peristiwa Bersejarah Hari Ini: Soekarno dan Hatta Diculik
Image: Soekarno dan Mohammad Hatta. (Dok. Arsip ANRI)

Jakarta - Kemerdekaan Indonesia memang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun waktu dan peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah tanggal tersebut juga sangat penting dalam rangkaian kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Seperti tanggal 16 Agustus 1945 misalnya. Pada tanggal ini terjadi peristiwa penting yang melatarbelakangi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 atau satu hari sebelum proklamasi adalah penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta.

Kedua tokoh dari golongan tua itu diculik oleh beberapa tokoh dari golongan muda untuk ‘diamankan’ di daerah Rengasdengklok, yang sekarang masuk wilayah Karawang, Jawa Barat. 

Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok

Penculikan Soekarno dan Hatta itu kemudian dikenal dengan ‘Peristiwa Rengasdengklok’. Peristiwa ini melibatkan beberapa nama yang digolongkan menjadi golongan tua dan golongan muda. 

Golongan tua terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, serta anggota dan pengurus BPUPKI maupun PPKI. Namun, hanya Soekarno dan Hatta sekeluarga saja yang diamankan dalam peristiwa ini. 

Sementara golongan muda terdiri dari beberapa nama seperti Sukarni, Chaerul Saleh, Wikana, Darwis, Shodanco Singgih, Sayuti Melik, dan Sebagainya. 

Kronologi penculikan ini diawali dari informasi kalah dan menyerahnya Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Informasi kekalahan berhasil didengar sejumlah tokoh melalui saluran radio. 

Kekalahan Jepang dinilai golongan muda sebagai waktu yang tepat untuk kemerdekaan Indonesia. Mereka kemudian mengadakan rapat pada 15 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur, Jakarta. 

Rapat golongan muda yang dipimpin Chairul Saleh menyepakati bahwa kemerdekaan Indonesia harus direbut dan diperjuangkan, sehingga tidak menjadi ‘pemberian’ dari Jepang. 

Kemudian, golongan muda Wikana dan Darwis untuk menemui Soekarno-Hatta. Keduanya menyampaikan tuntutan agar kemerdekaan diproklamasikan pada 16 Agustus 1945. 

Namun para pemuda itu harus kecewa. Pasalnya, Soekarno dan Hatta menolak usulan tersebut. Keduanya masih akan menunggu sidang PPKI sebagai badan resmi untuk mempersiapkan kemerdekaan. 

Penculikan

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait