menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Polisi Tetapkan Munarman Sebagai Tersangka Terkait Dugaan Terorisme

Shelly Lisdya,
7 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Polisi Tetapkan Munarman Sebagai Tersangka Terkait Dugaan Terorisme
Image: Mantan Sekretaris Umum FPI Munarman. (Foto: PMJ News/ Yeni).

Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman sebagai tersangka.

Penetapan tersebut mengikuti dugaan keterlibatan aksi terorisme yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyatakan, penetapan Munarman sebagai tersangka dilakukan usai tim penyidik melakukan gelar perkara pada 20 April 2021 lalu.

"Saudara M telah ditetapkan sebagai tersangka yang sebelumnya telah melalui proses gelar perkara," ujar Ramadhan kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

"Kemudian, pada 27 April 2021 kemarin dikeluarkan surat perintah penangkapan dan yang bersangkutan diamankan di kediamannya di Perumahan Bukit Modern, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, kini tim penyidik masih terus mendalami dugaan keterlibatan Munarman dengan aksi terorisme. Ia juga mengatakan, bahwa belum dilakukan penahanan kepada Munarman.

Ramadhan menyebut, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 diatur dalam Pasal 28 ayat 1 penangkapan dilakukan selama 14 hari terkait dengan dugaan tindakan aksi terorisme. 

Kemudian di Pasal 28 ayat 2, apabila dibutuhkan maka bisa dilakukan penambahan selama satu pekan. Artinya, tim penyidik masih dalam proses pendalaman untuk kasus Munarman.

“Munarman belum ditahan, karena memang dari tim penyidik Densus 88 belum mengeluarkan surat perintah penahanannya,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait Munarman ditutup mata dan diborgol tangannya saat tiba di Polda Metro Jaya, Ramadhan mengungkapkan, hal tersebut dilakukan untuk mengikuti standar internasional dalam menangkap pelaku tindak pidana terorisme.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait