Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Pria Berkostum Joker di Tokyo Tusuk Penumpang Kereta, 17 Orang Terluka

Putri Nur Aisyah,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pria Berkostum Joker di Tokyo Tusuk Penumpang Kereta, 17 Orang Terluka
Image: Ilustrasi Joker (Pixabay)

Tokyo - Seorang pria yang berkostum ala Joker dilaporkan menyerang penumpang dan mengobarkan api di atas kereta di Tokyo, Jepang tepat di Hari Halloween, Minggu (31/10/2021). Setidaknya, ada 17 orang yang dilaporkan terluka dan satu orang lainnya mengalami luka serius.

Melansir Reuters, media lokal melaporkan bahwa setelah tersangka ditangkap, ia mengatakan kepada pihak berwenang bahwa aksi yang dilakukannya bertujua agar dirinya ingin dijatuhi hukuman mati.

Serangan tersebut terjadi di atas kereta Keio Line yang tengah meluncur di dekat Stasiun Kokuryo, Chofu, Tokyo. Setelah kejadian itu, penumpang berhamburan meninggalkan kereta.

Akun Twitter @takahashi9811 mengunggah video yang memperlihatkan pria berkostum Joker tersebut sedang duduk dan menikmati rokoknya di dalam gerbong kereta.

“Semua orang lari dengan putus asa dan saya menyuruh semua orang untuk keluar dari jendela. Aku benar-benar ingin memukulmu, aku tidak bisa memaafkan dirimu,” tulis akun @takahashi9811 sambil mengunggah video yang memperlihatkan wajah pelaku.

Pria tersebut lantas menyerang penumpang dan menyulutkan api di jalur kereta Tokyo. Serangan terjadi di jalur ekspres Keio menuju Shinjuku pada pukul 8 malam waktu setempat.

Terlihat dari video tersebut, orang-orang melarikan diri dari gerbong kereta yang tidak lama kemudian kereta tersebut terbakar.

Baca Juga: Jared Leto Balik Jadi Joker di 'Justice League' Zack Snyder

Terdapat 17 orang yang terluka akibat insiden yang dilakukan pria berkostum Joker itu. Bahkan, seorang pria berumur 60-an tidak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis akibat tusukan tersebut.

Dengan kejadian penyerangan ini, kasus penyerangan menggunakan pisau di Tokyo sudah terjadi dua kali dalam dua bulan terakhir yang sebelumnya terjadi saat penutupan Olimpiade Tokyo.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait